Makansutra Gelar WSFC 2015

Jum'at, 10 April 2015 | 00:00 WIB
Makansutra Gelar WSFC 2015

INFO BISNIS -Majunya bisnis jajanan kaki lima membuat Makansutra kembali menyelenggarakan World Street Food Congress (WSFC) 2015 yang akan digelar di perempatan antara Rochor Road dan North Bridge Road (persis di atas stasiun MRT Bugis), Singapura pada 8-12 April 2015. Acara yang juga pernah digelar pada 2013 lalu ini disponsori Singapore Tourism Board (STB).



Ranita Sundramoorthy, Director Attractions, Dining and Retail STB mengatakan dengan banyaknya penjual makanan di seantero negeri ini, Singapura memiliki warisan makanan jajanan yang harus dilestarikan. Menurut dia, acara ini tidak hanya seputar menyajikan makanan dengan cita rasa tak terlupakan, tapi juga mendorong wacana intelektual di kalangan pecinta makanan kaki lima. "Seiring waktu, kami berharap World Street Food Congress ini bisa menaikkan citra bisnis makanan kaki lima dan menjadi kegiatan penting dalam kalender kuliner kita," ujar Ranita.



Bertema 'Engage, Empower dan Enterprise', sejumlah kegiatan digelar dalam event ini. Salah satunya sesi The WSF Dialogue-Hackathon, yang akan berlangsung selama dua hari. Pendiri dari Makansutra, K.F. Seetoh  mengatakan melalui dialog ini para tamu akan mendapat banyak pengalaman, mulai dari resep pedagang makanan kaki lima, demo para koki, berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta peluang bisnis di industri makanan kaki lima. Wisatawan kuliner, Anthony Bourdin juga akan membagi pengalamannya tentang rencana membangkitkan Pasar Bourding, sebuah pusat jajanan jalanan di Amerika Serikat. "Saksikan juga upaya Indonesia untuk melestarikan dan mempromosikan warisan kekayaan kulinernya yang telah berusia 600 tahun melalui sebuah perusahaan makanan keluarga, yakni Bango," kata Seetoh.



The WSF Jamboree akan menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu semua pengunjung. Sebanyak 23 pedagang makanan kaki lima terbaik dari 12 kota akan menjadi tuan rumah di lapangan terbuka di samping Tan Quee Lan Street sepanjang North Bridge Road ini. Para koki ini berasal dari Amerika Serikat, Bolivia, India, Indonesia, Vietnam, Jerman, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Beberapa peserta dari Indonesia juga berpartisipasi dalam Jambore World Street Food Congress 2015 ini, seperti Soto Ayam Ambengan Pak Sadi peraih “Top 20 Street Food Master” di WASFC tahun 2013, Taliwang Bersaudara asal Lombok, Kupat Tahu Gempol, dan Gudeg Yu Nap Bandung.



Bersamaan dengan peringatan ulang tahun Singapura ke-50, “National Heritage Board”  menyelenggarakan pameran SG50 Deliciously Singaporean di World Street Food Congress 2015 pada 8 April 2015. Pameran ini menampilkan warisan makanan asli Singapura dan 50 jenis menu unik Singapura.



Puncak dari acara ini adalah pengumuman The WSF Awards. Sebanyak 16 kategori Penghargaan WSF akan diberikan kepada individu, organisasi dan kota yang menunjukkan kepemimpinan dan keahlian dalam industri warisan kuliner dunia dan budaya makanan jalanan.



INFORIAL

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan