Tangkap Maling dengan Alat Ini

Kamis, 24 November 2016 | 14:24 WIB
Tangkap Maling dengan Alat Ini
Helm Anti Kantuk buatan mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, Akmal. Doc : darmajaya.ac.id KOMUNIKA ONLINE

KOMUNIKA, JakartaSelama ini pengamanan rumah masih sebatas pendeteksi adanya maling melalui sensor dengan bunyi alarm atau terekam dalam video gambar Closed Circuit Television (CCTV). Namun Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Lampung, ini membuat alat keamanan rumah yang terbilang unik. M. Novan Yudha merancang prototip pintu perangkap maling otomatis. 

Novan menjelaskan, alat tersebut menggunakan sensor gerak jenis Passive Infrared (PIR) tipe KC7783R untuk mendeteksi adanya maling dengan jarak 2-5 meter. Selain itu, Ia juga menggunakan pintu tambahan yang bekerja menggunakan perangkat microcontroller Atmega8 untuk menutupnya secara otomatis, serta perangkat SIM900 Modul GSM untuk mengirimkan pesan singkat pemberitahuan adanya maling.

Sensor akan bekerja dengan mengirimkan sinyal ketika ada yang melewati dan pintu geser akan tertutup secara otomatis sehingga maling tidak bisa keluar. Setelah itu sistem akan mengirimkan pesan singkat (sms) pemberitahuan kepada pemilik rumah. ”Pemilik rumah dapat segera melapor polisi untuk menangkap maling di rumahnya,” katanya.

Ketua Jurusan Sistem Komputer Darmajaya, Zaidir Jamal, Mengapresiasi dan mendukung para mahasiswa untuk aktif menghasilkan karya-karya penelitian. Ia juga mengatakan, alat tersebut masih bisa dikembangkan sehingga lebih efektif.

“Pintu perangkap maling otomatis karya Novan cukup mudah digunakan dan cukup dibutuhkan masyarakat untuk keamanan rumah. Alat ini juga masih bisa lebih dikembangkan lagi, kalau hanya sms bisa saja tertunda karena sinyal, jadi bisa dilengkapi sistem yang bisa langsung menelepon nomor pemilik rumah,” katanya.

Adnan Buchari | darmajaya.ac.id

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan