Energi Alternatif dari Limbah Plastik karya ITS

Selasa, 29 November 2016 | 15:46 WIB
Energi Alternatif dari Limbah Plastik karya ITS
Inovasi Pengolahan Sampah dari ITS (Komunika Online)

KOMUNIKA, Jakarta - Mahasiswa Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengolah limbah plastik kemasan minuman menjadi biofuel.

Dengan menggunakan sari eceng gondok, Sri Utami berhasil mengolah limbah tersebut menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan untuk masa depan.

“Awalnya limbah plastik dicacah menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian cacahan tersebut diproses dengan metode pirolisis,” katanya. Pirolisis merupakan proses dekomposisi bahan anorganik melalui proses pemanasan.

“Hasil dari proses ini adalah liquid fuel atau bahan bakar minyak,” ujarnya. Liquid fuel tersebut nantinya dikomposisikan dengan hasil fermentasi bioetanol dari eceng gondok menjadi bahan bakar minyak yang beroktan tinggi.

“Kami komposisikan sedemikian rupa agar mirip dengan nilai oktan bensin. Yaitu 90 persen bioetanol dan 10 persen liquid fuel,” ungkap Tami.

Berkat karyanya tersebut, Tami berhasil menyabet dua piala yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Bio Fest yang diselenggarakan Departemen Biologi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan Lomba KTI Environment Festival yang diselenggarakan Departemen Teknik Lingkungan Universitas Airlangga.

Tami berharap nantinya ia dapat mempresentasikan karya terbaiknya di konferensi internasional. “Target terdekat adalah ajang Call for Paper di Hokkaido, Jepang,” pungkasnya.


Rendy Hendika | its.ac.id

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan