Inovasi Baru Transfer Dana Antar Bank

Rabu, 30 November 2016 | 18:10 WIB
Inovasi Baru Transfer Dana Antar Bank
Tampilan aplikasi Flip. dok ui.ac.id / Komunika Online

KOMUNIKA, Jakarta Tiga orang alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) membuat sebuah inovasi layanan transfer antar bank yang bebas biaya berbasis web. Layanan dengan nama Flip tersebut dibuat oleh Rafi Putra Arriyan (Ari), Luqman Sungkar, dan Ginanjar Ibnu Solikhin. Pembuatan aplikasi tersebut bermula ketika mereka mempertanyakan biaya transfer antar bank dengan jumlah yang menurutnya tidak sedikit, yaitu sebesar Rp 6500 per transfer.
Berangkat dari hal tersebut, Ari akhirnya mengajak dua rekannya untuk membuat suatu sistem form online bagi mahasiswa UI yang ingin mentransfer antar bank, tapi tidak mau membayar biaya transfer. “Kami dulu teman sekampus yang sering saling berutang, tapi punya rekening bank yang berbeda. Jadilah, kami mencoba mencari solusinya,” ujar Ari.
Mengusung sistim yang sederhana, Flip berhasil membuat biaya transfer antar bank hilang dan kini mendapatkan respon yang baik. Dalam waktu 4 hari, sistim ini mampu memutar uang sejumlah 29 juta rupiah. Saat ini Flip hanya bisa diakses melalui laman https://flip.id/. Untuk menggunakan layanan Flip, pengguna hanya perlu mendaftarkan diri di laman tersebut dan bisa langsung melakukan kegiatan transfer. “Rata-rata transfer memerlukan waktu 10—20 menit dengan jaminan maksimal waktu transfer di bawah 1 jam,” kata Ari.
Flip dapat mentransfer uang mulai Rp 10 ribu hingga Rp 5 juta setiap hari per akun. Sementara ini, Flip masih membatasi jam operasional transfer mulai pukul 09.00 hingga 16.30 pada Senin hingga Jumat. Selain itu, saat ini Flip juga baru membuka jasa transfer bebas biaya dari dan ke rekening 9 bank yaitu Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank BNI, BNI Syariah, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank CIMB Niaga, CIMB Niaga Syariah, Bank Mandiri Syariah dan Bank Muamalat.
Untuk menjaga keamanan data pengguna, semua data pengguna dienkripsi memakai Advanced Encryption Standard (AES-128) sehingga tidak bisa dibaca pihak luar. “Semua komunikasi antar-server juga dienkripsi memakai Secure Socket Layers (SSL),” kata Ari.
Saat ini Flip telah mengantongi izin usaha dari Bank Indonesia (BI) sebagai perusahaan transfer dana. Modal pengembangan dan pembiayaan operasional mereka dapatkan dari Direktorat Inovasi dan Inkubasi UI serta suntikan dari investor. Selanjutnya, Ari mengatakan ada rencana jangka panjang untuk membuat aplikasi ponsel pintar dari Flip. Selain itu, Flip juga sedang menjajaki kerja sama dengan salah satu merek waralaba terkemuka.

Rendy Hendika | ui.ac.id

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan