Robot Industri Akan Bekerja seperti Manusia  

Jum'at, 02 Desember 2016 | 16:30 WIB
Robot Industri Akan Bekerja seperti Manusia  
Epson mengeluarkan produk robot industrial 6-axis yang mampu melakukan penggosokkan, deburring, dan pekerjaan berulang.

INFO BISNIS - Robot industrial 6-axis terbaru, yang mampu mengangkat beban hingga 8 kilogram, diluncurkan di Indonesia. Produk robot ini mampu membawa beban (payload) tertinggi dibanding robot-robot lain.  



Selain itu, robot ini dilengkapi dengan teknologi kontrol getaran Quartz Micro Electro Mechanical Systems (QMEMS) Epson. Epson memberi sensor tekanan agar robot dapat “merasakan” tekanan hingga 0.1 Newton dan dapat melakukan pekerjaan seperti perakitan komponen. Sensor ini dapat digunakan untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan sensor manusia, seperti penggosokkan, deburring, dan membantu meringankan pekerjaan manusia dalam hal pengerjaan berulang.



Robot C8 series dilengkapi dengan Selective Compliance Assembly Robot Arm (SCARA). Desain lengan yang padat dan badan ramping membuat robot lebih leluasa bergerak di ruang yang sempit. Selain itu, sesuai dengan permintaan, Epson dapat menambahkan Epson Vision Guide software.  Dengan demikian, robot memiliki kemampuan “melihat” dan mengidentifikasi obyek selama proses produksi, serta kemampuan memilih produk dalam posisi random untuk penempatan dan perakitan presisi tinggi.



Senior General Manager Sales & Marketing Division Epson Indonesia Ng Ngee Khiang mengatakan, telah selangkah lebih maju dalam pengembangan robot. “Kami membayangkan robot dapat bekerja dan mendukung manusia pada industri, dari manufaktur sampai sektor layanan,” kata Ng Ngee Khiang.



Kecanggihan robot C8 Series terbaru dan teknologi robot inovatif lain akan dipamerkan di booth Epson dalam pameran Manufacturing Indonesia 2016. Event ini dimulai pada 30 November hingga 3 Desember 2016 di Jakarta International Expo Kemayoran. Adapun Epson akan memamerkan robot SCARA dan 6-axis terbaru, termasuk robot LS3 dan C4. (*)

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan