Spot Refresh, Pertanian Minimalis dari IPB

Selasa, 17 Januari 2017 | 17:12 WIB
Spot Refresh, Pertanian Minimalis dari IPB
IPB Tuan Rumah Tri-U IJSS (Komunika Online)

KOMUNIKA, JakartaLima mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menggagas sebuah inovasi rancangan sistim produksi pertanian minimalis dengan memanfaatkan ruang sempit. Mereka adalah Rizky Maulana, Ega Anggraini, M. Robby Arinal Hasan, Aqlima Boupasslina, dan Fifi Muslimah. Kelimanya membuat inovasi bernama Spot Refresh, sebuah kombinasi antara sistim hidroponik dan perikanan yang dapat diaplikasikan pada ruang sempit dalam pemukiman masyarakat urban.

Spot Refresh diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan produksi pertanian keluarga serta mengubah gaya hidup masyarakat yang semula hanya mengonsumsi (consume lifestyle) menjadi konsumen yang turut serta sebagai produsen sekunder (co-producing consumer lifestyle). Masyarakat dapat menanam sayuran dan memelihara ikan dalam satu spot kecil untuk kebutuhan konsumsi keluarga dengan pemanfaatan ruang yang ada di lingkungan rumah.

Perpaduan hidroponik dan fisheries dipilih karena dua sistim pertanian ini memiliki keterkaitan satu sama lain. Air dari tempat hidup ikan memiliki kandungan pupuk dari feses ikan yang dikeluarkan. Kandungan ini dapat dimanfaatkan dengan cara dialirkan ke tanaman hidroponik di atasnya. Sayuran dengan menggunakan sistim hidroponik dengan unsur hara yang berasal dari pupuk feses ikan juga dinilai dapat menghasilkan sayuran organik yang lebih sehat dan mendukung penghematan air.

Selain didesain mudah dalam penggunaan, Spot Refresh juga memiliki tampilan menarik sehingga dapat menjadi furniture rumah tangga. Desain Spot Refresh yang menarik diklaim dapat menjadi salah satu furniture “refresher” di dalam rumah yang sekaligus menghasilkan makanan yang sehat. Gagasan beberapa mahasiswa IPB ini sedang dikompetisikan dalam “Thought for Food Challenge” yang merupakan kompetisi peduli pangan dunia yang nantinya diharapkan mendapat dukungan untuk diimplementasikan di masyarakat.

Rendy Hendika | ipb.ac.id

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan