BPSDM Perhubungan Gandeng UT Bangun E-Learning

Kamis, 23 Maret 2017 | 15:14 WIB
BPSDM Perhubungan Gandeng UT Bangun E-Learning
Kerja Sama UT - BPSDM

KOMUNIKA, Jakarta - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengggandeng Universitas Terbuka (UT) untuk membangun penyelenggaraan pendidikan jarak jauh. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Kepala BPSDM Perhubungan Wahju S. Utomo dan Rektor UT Tian Belawati pada Rabu, 22 Maret 2017 di Wisma II UT Pondok Cabe.



Wahju mengatakan negeri ini akan membangun banyak pelabuhan dan bandara di pelosok tanah air. "Dari Aceh dan Papua semua akan terhubung," ujar Wahju. "Oleh karena itu membutuhkan kesiapan sumber daya manusia untuk mengoperasikannya."



Sumber daya manusia tersebut dididik di sekolah teknis. Saat ini BPSDM Perhubungan Kemenhub mengelola 26 sekolah teknis dalam bidang perhubungan udara, laut, dan darat termasuk kereta api.



Di sisi lain, kemajuan teknologi yang memudahkan kegiatan pembelajaran mesti segera diterapkan. BPSDM melalui kerja sama dengan UT berencana  membangun sistem pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan e-learning untuk mendukung kegiatan belajar peserta didik.



UT merupakan perguruan tinggi yang menerapkan e-learning. Sejak tahun 1999 UT telah melakukan pembelajaran berbasis online dan selanjutnya mengembangkan learning management sistem sehingga mahasiswa bisa melakukan pembelajaran secara virtual.  "Kemajuan teknologi bisa merancang pembelajaran menjadi fleksibel," ujar Rektor.



Nantinya, personil perhubungan yang tengah bekerja atau praktek lapang tetap bisa melakukan pembelajaran tanpa terhambat oleh keberadaan mereka dalam tugas. 



UT dan BPSDM Perhubungan menargetkan pada 1 April telah meluncurkan program dalam kerja sama ini.  Melalui kerja sama dengan UT, BPSDM Perhubungan berharap bisa menghasilkan lulusan yang lebih baik  dan kemanfaatannya bisa dirasakan oleh semua pihak.



 



IKA CHANDRA W.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan