Bupati Dedi Wajibkan Siswa Baru Bersepeda dan Jalan Kaki.  

Senin, 17 Juli 2017 | 18:30 WIB
Bupati Dedi Wajibkan Siswa Baru Bersepeda dan Jalan Kaki.  
Pelajar di Purwakarta harus terbiasa berolahraga sejak dini agar fisik kuat dan sehat.

INFO PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi akan mempopulerkan kembali gaya hidup bersepeda dan berjalan kaki di kalangan pelajar, terutama pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat. "Bersepeda dan berjalan kaki ke sekolah itu juga merupakan pendidikan berkarakter berbasis lingkungan," katanya kepada wartawan di rumah dinasnya, Senin, 17 Juli 2017.



Dedi akan memprioritaskan para pelajar yang bersekolah di wilayah perkotaan terlebih dahulu. Sebab, kondisinya sudah nyaman dengan trotoar yang bagus serta arus kendaraannya landai.



Menurut Dedi, dari 10 SMP Negeri yang ada di kawasan perkotaan, tujuh di antaranya bisa dijadikan percontohan sekolah bersepeda dan berjalan kaki. Para pelajar di sekolah tersebut wajib menggowes atau berjalan kaki menuju sekolahnya karena jaraknya hanya satu kilometer dari rumahnya.



Para siswa yang wajib bersepeda dan berjalan kaki adalah siswa SMPN 1, SMPN 3, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 9, dan SMPN 10. Meski berada di kawasan perkotaan, tiga sekolahan lainnya belum memenuhi syarat keamanan juga kenyamanan.



Dedi menyadari betul bahwa program barunya tersebut akan menuai pro dan kontra dari para orang tua murid serta pelajar. Tapi ia akan bergeming, "Alasannya, ia ingin pelajar di Purwakarta terbiasa berolahraga sejak dini agar fisik kuat dan sehat," ucapnya.



Salah satu orang tua siswa, Nurdin, mengapresiasi kebijakan baru tersebut. Menurut Nurdin, kebijakan itu sangat bagus untuk mendidik karakter anak. "Terus terang saya sangat setuju. Sebab, ongkos naik angkotnya atau beli bensin motornya bisa ditabung. Selain itu, anak sehat karena terbiasa bersepeda atau berjalan kaki," ujarnya.



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan