Minggu, 20 Agustus 2017

Musi Banyuasin dan UNDP Jalin Kerja Sama

Kamis, 10 Agustus 2017 | 20:55 WIB
Musi Banyuasin dan UNDP Jalin Kerja Sama

Musi Banyuasin dan UNDP Jalin Kerja Sama.

INFO BISNIS - Kabupaten Musi Banyuasin menandatangani persetujuan pembentukan awal Pundi Dana Abadi dengan Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP). Hal ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya minyak dan gas bumi (migas) sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs).

Berlokasi di jantung Provinsi Sumatera Selatan, Musi Banyuasin merupakan salah satu daerah yang memiliki cadangan migas dan mineral, seperti batu bara, terbesar di Indonesia. Kabupaten ini juga memiliki banyak perkebunan kelapa sawit dan karet.

Musi Banyuasin akan menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki Pundi Dana Abadi. Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan semua pemangku kepentingan pembangunan wajib menemukan sumber-sumber pembiayaan alternatif selain sumber energi yang tidak bisa diperbarui untuk menghindari "kutukan" sumber daya alam. Indonesia tidak bisa lagi terus bermimpi tentang kelangsungan sumber-sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui. "Meskipun penggalian sumber-sumber daya alam tersebut telah meningkatkan kemakmuran di Indonesia, kita tidak bisa tergantung padanya untuk masa depan. Bahkan sekarang pun kita tidak bisa sangat tergantung pada penggalian besar-besaran dari sumber daya alam tersebut. Sebab, kita perlu menggunakan sumber daya alam itu secara berkala sekaligus melindungi lingkungan,” katanya.

Meskipun dikaruniai sumber-sumber daya alam yang kaya, indeks pembangunan manusia di Musi Banyuasin justru lebih rendah daripada angka rata-rata nasional. Sedangkan angka kemiskinan dan ketidaksetaraan justru lebih tinggi. Ini menandakan banyak penduduk yang tidak mendapatkan manfaat dari kekayaan daerah.

Pemerintah daerah mempunyai surplus anggaran dari pendapatan migas, tapi hal itu tidak diikuti dengan kapasitas fiskal yang optimal.


Pundi Dana Abadi dapat membantu pemerintah merencanakan masa depan dan meyakinkan bahwa ketika sumber daya alam telah habis, masyarakat dan pemerintah mempunyai sumber lain dan pilihan untuk terus maju.

Kerja sama antara UNDP Indonesia dan Institut Penelitian Ekonomi dan Sosial menemukan 13 provinsi dan 20 kabupaten mempunyai kapasitas fiskal untuk membentuk Dana Pundi Abadi. Kebanyakan dari daerah-daerah tersebut merupakan penghasil migas serta mineral. “Cadangan Indonesia akan sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui bisa habis pada 2030. Membentuk Pundi Dana Abadi bisa membantu pemerintah daerah menginvestasikan kelebihan dana untuk generasi mendatang atau menggunakannya untuk pembangunan berkelanjutan yang lebih inklusif. Dengan menangani masalah-masalah tersebut sekarang, pemerintah daerah akan lebih siap menghadapi masa depan. Itu sebabnya kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Kabupaten Musi Banyuasin. Sebab, pembelajaran dari pembentukan dana ini akan berguna bagi kabupaten lain,” kata Francine Pickup, Wakil Direktur UNDP dalam sambutannya.

Nota kesepahaman ini memuat kerangka kerja sama antara Kabupaten Musi Banyuasin dengan UNDP. Kolaborasi ini akan bekerja menuju pencapaian pengelolaan sumber-sumber daya alam yang berkelanjutan bagi SDGs.

INFORIAL


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?