Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Teroka

Bertutur dalam Diam

Film pendek karya Nurman Hakim yang minim dialog, tapi banyak ”berkata”.

21 Desember 2009 | 00.00 WIB

Image of Tempo
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Menunggu Sepi (A Silent Wait) Sutradara: Nurman Hakim Skenario: Nurman Hakim Produksi: Triximages

Di sebuah persimpangan, di depan sebuah gerbang nasib, pasangan itu bertemu dan berbahagia. Sang lelaki adalah Warso (Satria Rizki), seorang pemain biola dan suami Utami (Hessa Nurhayati). Sang perempuan adalah Ningsih (Angreini), istri seorang penari Jawa bernama Darsam (David Arie Wibowo). Kepada pasangan masing-masing di rumah, mereka berjanji akan kembali setelah tujuh hari. Tapi mereka menanti dan menanti. Setahun, dua tahun, hingga sepuluh tahun berlalu, mereka menanti dalam diam.

Film berdurasi 24 menit ini sangat minim dialog dan musik yang ditata oleh Ari Sigit yang masuk dan keluar adegan pada saat yang tepat. Sejak awal, sutradara Nurman Hakim dalam adegan-adegan sunyi itu sering memberikan insinuasi, misalnya adeg­an awal adalah bunyi pasangan yang berdesah yang tengah bergulat di tempat tidur. Setelah mereka selesai bercinta, barulah kita tahu mereka adalah pasangan Darsam, sang penari, dan Ningsih. Kita diberi sugesti bahwa mereka adalah pasangan bahagia. Tapi tanpa banyak kata, kita kemudian paham, di persimpangan itu, dua buah perkawinan telah pecah.

Sepuluh tahun kemudian, pasangan yang menanti itu terus menunggu karena bayang-bayang orang yang dicintainya tak juga pergi. Di persimpangan, Utami dan Darsam bertemu, tanpa tahu bahwa gerbang persimpangan itu simbol runtuhnya perkawinan mereka.

Film yang mengikuti seleksi film pendek di Pusan International Film Festival dan Dubai International Film Festival ini adalah salah satu dari film pendek Indonesia yang bertutur dengan bagus dan menyentuh.

Leila S. Chudori

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus