Pilgub DKI 2017

Gugatan Ahok soal Cuti Petahana Ditolak MK

Gugatan Ahok soal Cuti Petahana Ditolak MK

MK menyatakan menolak permohonan uji materi Pasal 70 ayat 2 UU Pilkada terkait dengan cuti petahana yang diajukan oleh Ahok.

  • Faktor Agama dalam Pilkada DKI 2017

    Pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno memenangi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua hasil hitung cepat dan real count Komisi Pemilihan Umum Jakarta. Kandidat ini unggul di semua wilayah Jakarta.  Diuntungkan faktor agama dan blunder pembagian bahan kebutuhan pokok.

  • LSI Denny J.A. Versus LSI

    Elektablitas calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja “Ahok” Purnama dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat meningkat lagi setelah sempat anjlok karena terkena badai kasus dugaan penistaan agama sejak pertengahan Oktober tahun lalu. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny J.A., yang pernah menempatkan pasangan Basuki-Djarot pada posisi buncit, kini memposisikan pasangan yang diusung PDIP itu sebagai runner up. Survei ini belum merekam sikap pemilihah setelah debat kandidat yang pertama pada 13 Januari 2017. Inilah prosentase perbandingan hasil survei LSI Denny J.A. dan Lembaga Survei Indonesia untuk pemilihan gubernur Jakarta. Pada survei Januari, Anies pada posisi terbawah, Agus teratas.

  • INFOGRAFIS: Pilkada Jakarta, Persepsi Muslim Pengaruhi Elektabilitas Ahok Vs Yusril

    Politikus dan tim sukses kerap menjadikan agama salah satu “jualan” untuk menggaet pemilih saat pemilihan gubernur. Riset terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan sikap warga DKI Jakarta hampir terbelah ihwal apakah Muslim boleh dipimpin oleh non-Muslim.

  • INFOGRAFIS: Peluang Ahok dan Penantangnya di Pilkada Jakarta

    Tujuh bulan lagi penduduk DKI Jakarta akan memilih gubernur untuk lima tahun. Bagaimana “pasar politik pemilih” di Ibu Kota? Seberapa besar calon inkumben Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama berpeluang terpilih lagi pada pemilihan Februari 2017? Inilah hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

  • Bhinneka Belum Tunggal Ika

    Suku, agama, dan ras mendadak penting pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Berbagai survei,menunjukkan agama, suku, hingga ras bisa menjadi penentu kemenangan kandidat.

  • Quick Count : Jokowi Tantang Foke

    Siapa yang mempercayai untuk memimpin Ibu Kota hingga lima tahun ke depan?

  • Politik Mantra Pilkada

    Bimsalabim abrakadabra. Tidak ada yang paham apa makna kata-kata tersebut. Namun penyihir kerap mengucapkannya untuk mengeluarkan sebuah kekuatan tak terduga. Frasa tersebut mampu membuat yang "tiada" menjadi "ada", "statis" menjadi "dinamis", "tampak" menjadi "hilang", "sakit" menjadi "pulih", dan berlaku juga sebaliknya. Kemudian, kita sepakat menyebut rangkaian kata tak bermakna tersebut sebagai sebuah mantra.

  • Altruisme Para Pemimpin

    Telah terjadi ketelanjuran karut-marut mental dalam masyarakat DKI Jakarta akibat pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Warga DKI mudah terprovokasi dan rela kehilangan banyak teman hanya demi membela kandidat tertentu.

  • Perilaku Pemilih Pilkada DKI

    Perdebatan perilaku pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017 kali ini sangat menarik. Tulisan Eep Saefulloh Fatah di kolom majalah Tempo edisi 12 Maret 2017 menggelitik karena menafikan dua teori utama dalam melihat pemilih DKI. Pemilih rasional sering terlalu disederhanakan sebagai pemilih yang menggunakan akal sehat dan diterjemahkan dalam pilkada ketika pemilih melihat kinerja sebagai basis pilihan. Politik aliran lebih melihat sekat-sekat kelompok, khususnya agama, sebagai salah satu penentu bagi pemilih di Indonesia.

  • Menguji Rasionalitas Pemilih Jakarta  

    Pernyataan pengamat politik, Burhanuddin Muhtadi, di beberapa media massa nasional sangat menarik dicermati. Ia mengatakan, "Jika benar warga Jakarta rasional, seharusnya Ahok minimal mengantongi 70 persen suara sesuai dengan proporsi warga yang puas terhadap kinerjanya."

  • Menguji Visi-Misi Calon Gubernur Jakarta  

    Besok pagi, warga Jakarta akan menggelar pesta demokrasi. Sebuah pesta yang bernuansa pemilihan presiden, bahkan lebih panas. Dengan dinamika politik yang jauh lebih dominan, pesta ini sampai lupa membincangkan program dan visi-misi pasangan calon.

  • Politisasi Aparatur Sipil Negara

    Jual-beli jabatan di lingkungan birokrasi pemerintahan daerah adalah bagian dari dampak politisasi birokrasi oleh kepala daerah. Hal ini sebetulnya sudah menjadi isu lama yang kemudian muncul lagi ke permukaan, setidaknya setelah penangkapan Bupati Klaten Sri Hartini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Sri diduga menerima suap terkait dengan pemberian tertentu yang berhubungan dengan mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten.

  • Membangun Demokrasi, Jadinya Oligarki

    Pada tahun ini, alam sedang mengajari kita semua bagaimana demokrasi bekerja. Di Amerika Serikat, hasil pemilihan presiden sangat mengejutkan. Donald Trump, yang dalam berbagai survei tidak pernah muncul sebagai pemenang, ternyata mampu melalui mekanisme demokrasi yang menunjukkan ia memperoleh suara lebih banyak dibanding lawannya, Hillary Clinton.

  • Demokrasi tanpa Partai Politik

    Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta telah menetapkan tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.

  • Peta Politik Pilkada Jakarta

    Baru saja pada Jumat lalu drama pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta menyelesaikan salah satu babak yang penting, yaitu pencalonan. Sejak itu, peta politik akhirnya menjadi terang-benderang. Pada injury time, ternyata ada tiga pasangan calon yang diusung oleh tiga poros.

  • Pilkada dan Sentralisasi Partai

    Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017, suasana perpolitikan di Jakarta sudah memanas. Banyak isu dan rumor dipublikasikan, terutama soal jalur yang dipilih calon inkumben Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta mendatang. Yang tak kalah seru adalah mengenai siapa sesungguhnya penantang Ahok.