Gubernur DKI Jakarta

Bunga untuk Ahok, Warga Akuarium: Terima Kasih Melanggar Janji

Bunga untuk Ahok, Warga Akuarium: Terima Kasih Melanggar Janji

Menurut Topas, karangan bunga tersebut berisi ucapan warga Akuarium menyatakan terima kasih Ahok sudah melanggar janji kampanye untuk tidak menggusur.

  • Faktor Agama dalam Pilkada DKI 2017

    Pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno memenangi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua hasil hitung cepat dan real count Komisi Pemilihan Umum Jakarta. Kandidat ini unggul di semua wilayah Jakarta.  Diuntungkan faktor agama dan blunder pembagian bahan kebutuhan pokok.

  • 100 Hari Jokowi-Ahok

    Penilaian 100 hari pemerintahan baru, Gubernur DKI Joko Widodo dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama.

  • Keniscayaan Pemberhentian Gubernur Ahok

    Masa cuti kampanye, yang memiliki konsekuensi status nonaktif kepala daerah yang dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, telah berakhir pada 11 Februari 2017. Maka, Ahok sudah dapat aktif kembali sebagai gubernur pada 12 Februari 2017. Namun Ahok kini telah menyandang status sebagai terdakwa dalam kasus hukum pidana penodaan agama.

  • Paradigma Baru Pembangunan Jakarta

    Pemilihan Gubernur DKI Jakarta masih setahun lagi. Namun beberapa tokoh sudah mulai mendeklarasikan dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta. Berbagai cara dilakukan para tokoh untuk mendeklarasikan pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

  • Ahok, Betawi, dan FPI

    Dalam rekaman itu, Wasekjen FPI menyatakan, "Dalam hukum adat Betawi, orang Betawi tidak boleh dipimpin oleh orang luar karena orang Betawi mayoritas Islam."

  • Ahok dan Gus Dur

    Sedangkan Ahok, dengan titik berangkat yang berbeda, menjadi fenomena di tengah krisis pemimpin yang berani mengambil risiko.

  • Gubernur Ahok

    Dari data itu terbaca bahwa orang Tionghoa bukanlah penduduk kemarin sore yang tiba-tiba ada di Jakarta

  • Tionghoa atau Bukan, Tak Masalah

    "Mereka menyembunyikan Tionghoanya lantaran kala itu komik adalah buku yang dimusuhi pemerintah.

  • Jokowi, Ahok, dan Marhaenisme

    Marhaenisme bangkit dari kubur sejarah. Setelah puluhan tahun raib di ruang publik, ujug-ujug Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama, alias Ahok, menggunakannya untuk menerawang dunia batin Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, alias Jokowi. Syukur, akhirnya keluar juga pemikiran penting itu dari seorang pejabat. Padahal, setelah Sukarno dijatuhkan dan semua eksperimen politiknya digulung, mulailah para pejabat diharamkan mengucapkan kata itu. Demikianlah Orde Baru membunuh Marhaenisme.