Hubungan Indonesia-Amerika Serikat (AS)

Pengadilan Imigrasi New York Mengizinkan Kepulangan Daud Rasyid

Pengadilan Imigrasi New York Mengizinkan Kepulangan Daud Rasyid

Menurut Konsul Jenderal RI di New York Abdul Qadir Zaelani, Daud Rasyid Harun telah mengajukan permohonan prosedur voluntary departure.

  • Militer Amerika Serikat di Bawah Donald Trump

    Donald Trump resmi menjadi Presiden Amerika Serikat. Ia kini punya wewenang merealisasikan janjinya menambah kekuatan militer. Saat berkampanye, ia berjanji akan membangun kembali militer Paman Sam. Misalnya, ia berencana membeli lebih dari 350 kapal perang baru dengan biaya sekitar US$ 165 miliar untuk Angkatan Laut.

  • Donald Trump di Amerika, Hary Tanoe di Indonesia, Bertemu di Sukabumi

    Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, punya sejumlah bisnis di Indonesia. Ia bermitra dengan Hary Tanoesoedibjo, yang berniat mencalonkan diri sebagai presiden Indonesia pada 2019. Mereka membangun dua proyek yang disepakati pada 2015.

  • Dua Hari Kunjungan Hillary

    Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 2.800 aparatnya untuk menjaga keselamatan Hillary Clinton, yang berkunjung ke Jakarta selama dua hari, 18 dan 19 Februari.

  • Diplomasi Bakso Presiden Obama

    Tiba di Jakarta di tengah guyuran hujan kemarin sore, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendapat sambutan hangat di Istana Negara.

  • Berharap Untung dari Obama

    Menko Perekonomian Hatta Rajasa berharap lawatan Presiden AS Barack Obama selama dua hari ke Indonesia bisa menggenjot investasi dan perdagangan kedua negara.

  • Trump dan Dilema Jokowi

    Dunia kembali dikejutkan oleh pesta demokrasi di Amerika Serikat yang puncaknya berlangsung pada pemilihan presiden pada 8 November 2016. Kandidat dari Partai Republik, Donald Trump, pengusaha properti dan bekas bintang reality show, terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45. Dengan sistem penghitungan electoral college, yang pemenangnya ditentukan oleh jumlah total negara bagian yang dimenangi, Trump memperoleh 279 electoral college, sedangkan pesaingnya, Hillary Clinton, 228. Trump menang, meskipun Hillary memenangi jumlah total suara pemilih (47,7%) dibanding Tump (47,4%). Ini gempa politik global dunia kedua setelah peristiwa Brexit, ketika melalui referendum rakyat Inggris di luar dugaan memutuskan keluar dari Uni Eropa pada Juni lalu.