Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Arsip

Kronologi Kasus Penyelamat Anjing di Tangerang Dilaporkan Versi Polisi

Kasus ini bermula saat Cristine mencoba menyelamatkan 3 ekor anjing yang diduga telantar namun dituduh mencuri

4 April 2022 | 07.20 WIB

Ilustrasi anjing mengenali emosi manusia. google.com
Perbesar
Ilustrasi anjing mengenali emosi manusia. google.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Tangerang - Polisi Sektor Cipondoh, Kota Tangerang, masih menyelidiki dugaan pencurian tiga ekor anjing dengan terlapor Cristine, 30 tahun.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Laporan Polisi Nomor : LPB/204/III/2022/PMJ/RESTRO TNG KOTA/Sek Cipondoh itu dilayangkan pemilik anjing, Parmin, pada Rabu, 30 Maret 2022. "Perkara pencurian dengan pemberatan sebagaimana dalam pasal 363 KUHP," ujar Kapolsek Cipondoh Komisaris Ubaidillah dalam keterangan tertulisnya, Senin, 4 April 2022.

Ubaidillah mengatakan kasus ini berawal pada Selasa, 29 Maret 2022, sekitar jam 14.00 wib, pada saat korban Parmin sedang di luar rumah, ia mendapat telfon dari anaknya bahwa tiga ekor anjing yang ditaruh di luar rumah, diikat di bawah pohon dekat sungai Green Lake City telah hilang. Lokasi tempat anjing terikat berjarak sekitar 30 meter dari toko aki. "Anaknya sempat melihat diduga pelaku yaitu tiga orang perempuan yang tidak dikenal," kata Ubaidillah.

Parmin pulang dan sempat mencari tiga orang perempuan yang diduga yang mengambil anjingnya tersebut. Namun setelah mencari sampai malam hari di sekitaran perumahaan Green Lake City , pelaku tidak diketemukan juga akhirnya korban pulang.

Esoknya, Rabu, 30 Maret 2022, pelaku melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cipondoh kehilangan tiga ekor anjing yaitu 1 ekor anjing jenis Golden Retriever dan 2 ekor jenis Siberian Husky. "Atas laporan tersebut, tim reskrim Polsek Cipondoh langsung melakukan cek TKP di lokasi kejadian dan hanya menemukan rantai pengikat anjing yang masih terikat di pohon," kata Ubaidillah.

Polisi menyelidiki dengan melihat rekaman CCTV dan terlihat pelaku berjumlah tiga orang perempuan mengambil anjing tersebut dengan mengendarai satu unit mobil toyota yaris warna putih berpelat B 1192 VMR.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidik menemukan dua alat bukti, keterangan saksi, surat dan petunjuk, pada 31, Maret 2022 penyidik melakukan gelar perkara dan menaikkan ke tahap penyidikan.

Polisi bersama korban lalu mendatangi rumah Cristine. Pada saat diklarifikasi, Cristine tidak mengakui telah mengambil anjing milik Parmin.

Namun setelah ditunjukkan rekaman CCTV perempuan tersebut baru mengakui kalau telah mengambil anjing milik korban tanpa izin dengan alasan korban telah menyiksa anjing tersebut. "Dan pelaku berdalih ingin merawat anjing tersebut, namun korban tetap ingin anjing miliknya untuk dikembalikan," kata Ubaidillah.

Parmin menyangkal tuduhan telah menganiaya anjing-anjingnya. "Namun pelaku tetap tidak mau menyerahkan. Setelah dilakukan upaya negosiasi tidak berhasil, penyidik dan korban kembali ke Polsek," kata Ubaidillah.

Selanjutnya: Kronologi Versi Cristine

Kronologi Versi Cristine

Dua hari berturut-turut, Cristine, 30 tahun, menerima laporan berisi pesan dan foto adanya tiga ekor anjing telantar dengan kondisi memprihatinkan. "Laporan itu datang dari warga sekitar ke whatsapp saya," ucap dia saat dihubungi Tempo Sabtu, 2 April 2022.

Cristine baru bisa melihat secara langsung ketiga binatang peliharaan itu pada Selasa, 29 Maret ketika dia mengendarai mobilnya menuju toko sepatu miliknya di kawasan Greenlake City. "Tadinya saya belum mau lihat anjing itu, tapi pas kebetulan lewat dan lihat tiga ekor anjing itu terikat di pinggir jalan, bukan di depan rumah," ujarnya.

Saat itu, kata Cristine, tiga ekor anjing jenis Golden dan Siberia Husky terikat di bawah pohon pinggir jalan Haji Mansur, Cipondoh. Saat didekati kondisi tiga ekor anjing itu, kata dia, sangat memprihatinkan. "Terikat, kepanasan, mereka terlihat kelaparan dan kehausan, tidak ada makanan dan minuman di dekat mereka saat itu," katanya.

Setelah dia amati, kondisi anjing Golden secara fisik cukup parah. "Matanya infeksi, di bagian tubuhnya banyak luka, satu Husky berjalan pincang," kata Cristine. Saat itu, dia sempat memberikan makan anjing-anjing itu sambil menunggu pemilik anjing itu datang.

Setelah menunggu beberapa jam, pemilik anjing itu tidak juga terlihat. Akhirnya Cristine membawa tiga ekor anjing itu ke klinik hewan di sekitar Cipondoh. Di klinik itu, tiga ekor anjing itu ditangani dokter hewan dan diperiksa kesehatannya secara menyeluruh.

Cristine mengaku telah mengeluarkan biaya Rp 3,5 juta untuk biaya medical check up dan pengobatan hewan terlantar tersebut. "Itu belum biaya makan dan biaya operasi yang akan dilakukan," kata dia.

Menurut Cristine, dari hasil pemeriksaan sementara anjing Golden mengalami infkesi di bagian mata. Dan, ketiga ekor anjing itu mengalami diare, berak darah dan kencing berdarah. "Hasil pemeriksaan kandung kemih ke tiga ekor itu infeksi karena banyak batu didalamnya dan itu harus dioperasi," ujarnya.

Selain itu, bakteri dalam darah ke tiga ekor anjing itu juga sangat tinggi.

Cristine mengaku ikhlas menolong anjing Siberian Husky dan Golden Retriever itu tersebut. Sebab, hal itu telah sering dia lakukan. "Saya memang pecinta binatang. Saya memang sering menolong hewan yang terlantar di jalan, saya kasih makan. Jika sakit saya bawa dan obati. Jika tidak ada tuannya, setelah sehat saya carikan adopternya," kata Cristine.

JONIANSYAH HARDJONO

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus