Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Dunia medis percaya menyusui bayi secara langsung oleh ibunya sendiri memiliki dua keuntungan, bagi sang ibu dan keuntungan dari asupan ASI untuk si kecil. Sekretaris Umum Yayasan Sentra Laktasi Indonesia, Sylvi Agus, menuturkan dari sisi kesehatan, keuntungan dari aktivitas menyusui secara langsung ke bayi adalah lebih menyehatkan ibunya, terutama menurunkan beberapa risiko penyakit-penyakit yang berhubungan dengan faktor hormonal.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
"Secara psikologis, menyusui bayi secara langsung juga lebih menenangkan ibunya, walaupun di masyarakat awam banyak yang merasa menyusui langsung itu merepotkan, membuat ibu sulit tidur dan sebagainya," katanya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Ibu yang menyusui bayinya secara langsung, papar Sylvi, akan menghasilkan hormon yang bisa menenangkan dirinya, yakni hormon Prolaktin. Hormon ini terutama diproduksi dalam tubuh ibu pada malam hari.
Baca juga:
Jangan Menyusui sambil Main Ponsel, Ini Kata Dokter
10 Fakta Menyusui yang Mungkin Tidak Kita Tahu
Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Menyusui Sambil Berpuasa
Kadar Prolaktin yang diproduksi tubuh ibu pada siang hari dengan yang di malam hari lebih banyak jumlahnya pada malam hari. Tubuh wanita memang sudah mengatur seperti itu. Adapun sifat utama Prolaktin adalah membuat ASI lebih banyak dan bisa menenangkan sang ibu.
"Sehingga kita lihat kalau ibu menyusui malam hari, dia akan mudah istirahat. Baru menyusui sebentar, rasanya sudah mengantuk. Itu pengaruh hormon, bukan karena kecapekan atau lainnya," tambah Sylvi.
Produksi hormon Prolaktin di tubuh akan membuat ibu lebih tenang secara fisik dan psikis. Sedangkan bagi bayi, bila disusui langsung oleh ibunya akan merasa lebih hangat dan tenang, terutama pada bayi usia 3 bulan ke bawah, karena merasa mirip dengan rahim ibunya. Apalagi bila aktivitas menyusui itu dilakukan dengan teknik yang tepat.