Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Bisnis

20 Startup Pemenang Digital Innovation Network G20, Indonesia Raih 5 Penghargaan

Dari 100 startup peserta, terdapat empat pemenang dari lima kategori.

5 September 2022 | 09.48 WIB

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (tengah) didampingi Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan (kanan) dan Chair of the G20 DEWG Mira Tayyiba (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai pembukaan forum Digital Innovation Network (DIN) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu 3 September 2022. Forum yang berlangsung hingga 4 September 2022 tersebut dihadiri pihak pemerintah, swasta, perusahaan rintisan atau start up, hingga korporasi global dari negara-negara peserta G20 dan membahas solusi global dari tantangan-tantangan masa kini lewat inovasi teknologi serta digitalisasi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Perbesar
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (tengah) didampingi Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan (kanan) dan Chair of the G20 DEWG Mira Tayyiba (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai pembukaan forum Digital Innovation Network (DIN) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu 3 September 2022. Forum yang berlangsung hingga 4 September 2022 tersebut dihadiri pihak pemerintah, swasta, perusahaan rintisan atau start up, hingga korporasi global dari negara-negara peserta G20 dan membahas solusi global dari tantangan-tantangan masa kini lewat inovasi teknologi serta digitalisasi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Nusa Dua-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengumumkan pemenang ajang Digital Innovation Network, rangkaian acara G20 di Bali. Dari 100 startup peserta, terdapat empat pemenang dari lima kategori. Masing-masing terdiri dari dua startup pemenang, serta dua startup juara favorit.  

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Ada 20 negara yang mengikuti acara ini. Indonesia menyabet lima penghargaan."Ini membangun confidence bagi startup Indonesia, ternyata mereka berkompetisi dengan negara lain dan menang," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan saat ditemui di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Minggu, 4 September 2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dalam kategori healthcare, dimenangkan oleh startup asal Singapura, UCARE.AI dan Neurobots dari Brazil. Sedangkan dari kategori supply chain, dimenangkan oleh startup asal Argentina, yaitu MOOVA dan startup asal Indonesia yaitu Sinbad.

Untuk kategori green and renewable energy, dimenangkan oleh Xurya, startup asal Indonesia, serta startup asal Argentina, Uali. Dari kategori edutech, pemenang merupakan startup asal India, yaitu Edubuk, serta startup asal Singapura Accredify.

Kategori yang kelima yaitu financial inclusivity, dimenangkan oleh startup asal Korea WireBarley dan Lendo, startup dari Saudi Arabia.

Adapun pemenang favorit didominasi oleh startup asal Indonesia. Di kategori healthcare, pemenangnya adalah NUSANTIC, yang merupakan perusahaan rintisan asal Indonesia. Selain itu ada Qapsula startup dari Rusia. 

Di kategori supply chain, pemenang favorit adalah Eunimart asal India dan FairSupply dari Australia. Sedangkan untuk kategori green and renewable energy, pemenang favorit yaitu EINHUNDERT Energie GmbH asal Jerman dan MVL Labs asal Korea.  

Pemenang favorit kategori edutech juga berasal dari Indonesia, yaitu Cakap dan startup dari Turki Sarente Gameon. Terakhir, startup juara favorit kategori financial inclusivity pun dari Indonesia yaitu Komunal dan startup asal Saudi Arabia, Lendo.

Acara Digital Innovation Network ini akan dilakukan kembali tahun depan di India. Namun, Semuel berujar karena antusiasme akan acara ini begitu besar maka Kominfo berharap dapat membuat ajang yang sama setiap tahun, khusus untuk negara-negara ASEAN. 

"Nanti kita akan membuat nama yang berbeda, tapi kita akan membuat yang sejenis dan lebih banyak mengkhususkan startup dari Indonesia," kata Semuel. 

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Riani Sanusi Putri

Lulusan Antropologi Sosial Universitas Indonesia. Menekuni isu-isu pangan, industri, lingkungan, dan energi di desk ekonomi bisnis Tempo. Menjadi fellow Pulitzer Center Reinforest Journalism Fund Southeast Asia sejak 2023.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus