Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Kesehatan

5 Tips Mengatasi Gerah Karena Cuaca Panas

Cuaca panas di Indonesia negara tropis ini sudah dimulai sejak April 2023. Berikut ini 5 tips atasi gerah karena cuaca panas:

2 Mei 2023 | 12.46 WIB

Warga berjalan di tengah cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin, 24 April 2023. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan dinamika atmosfer yang tidak biasa menjadi salah satu penyebab Indonesia mengalami suhu panas dalam beberapa hari terakhir. ANTARA/Fauzan
Perbesar
Warga berjalan di tengah cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin, 24 April 2023. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan dinamika atmosfer yang tidak biasa menjadi salah satu penyebab Indonesia mengalami suhu panas dalam beberapa hari terakhir. ANTARA/Fauzan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Cuaca panas di Indonesia negara tropis ini sudah dimulai sejak April 2023. Bahkan, BMKG memprediksi hal ini akan berlangsung dengan puncaknya di Agustus 2023 mendatang. Tentu, terkena sengatan sinar matahari langsung atau tidak akan membuat keringat Anda bercucuran.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Namun, tahukah Anda bahwa berkeringat justru salah satu cara alami untuk mendinginkan tubuh. Ketika Anda dilanda sakit seperti demam pun, keringat berpotensi dikeluarkan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perubahan cuaca yang tidak menentu juga mempengaruhi perubahan kadar serotonin tubuh atau gejala fluktuasi hormon. Perubahan ini secara otomatis memberi sinyal dehidrasi tubuh hingga menimbulkan gejala-gejala lain seperti sakit kepala, kehabisan nafas, dan kematian. Berikut ini 5 tips atasi gerah karena cuaca panas:

1. Tempelkan Air Dingin ke Titik-Titik Kunci Pada Tubuh

Cara pertama yang banyak belum diketahui masyarakat untuk meredakan gerah, yaitu menempelkan air dingin atau air es ke titik-titik kunci pada tubuh. Antara lain, pada pergelangan tangan, leher, dada, dan pelipis. Dengan demikian, suhu tubuh cepat bertransformasi menjadi sejuk. Cara lainnya, Anda bisa meletakkan handuk, botol minuman, atau kain yang telah dibasahi di bagian titik-titik kunci tersebut.

2. Ganti Konsumsi Protein dengan Serat

Memilih konsumsi makanan yang kaya akan protein dengan porsi  besar menyebabkan tubuh Anda harus bekerja lebih keras dalam mengolah makanan. Hal demikian pun tidak cocok Anda terapkan pada musim kemarau di mana cuaca terik menguras energi tubuh lebih cepat. Jika sudah terlanjur konsumsi protein berlebihan, metabolisme tubuh akan memproduksi suhu panas penyebab gerah. Beralihlah pada konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya serat dan air. Antara lain, mentimun, semangka, dan lainnya yang cocok untuk musim kemarau.

3. Hindari Kipas Angin ketika Hawa Terlalu Panas

Budaya kipas-kipas secara manual maupun menggunakan kipas angin elektronik saat cuaca terik susah dihilangkan. Padahal, ada masalah jika Anda melakukannya pada ruangan tertutup. Pasalnya, kipas angin hanya membuat Anda akan semakin gerah. Beberapa penelitian kesehatan termasuk yang dilakukan oleh WHO menyatakan bahwa hal yang dilakukan tersebut akan menghasilkan indeks panas atau suhu yang rendah. Dengan demikian, tubuh akan terancam penyakit berbahaya seperti kenaikan tekanan darah, mempercepat detak jantung, dan lain-lain.

4. Memakai Pakaian Berbahan Nyaman

Bahan pakaian dan warna cukup menjadi faktor kuat penyebab gerah. Dengan demikian, pilihlah yang nyaman pada tubuh dan tetap sopan. Pada cuaca terik, bahan katun penyerap keringat yang baik sangat disarankan untuk digunakan. Jangan lupa tentang kelonggaran pakaian yang Anda pakai sebagai fertilisasi terbaik bagi tubuh.

5. Mengonsumsi Air Hangat saat Cuaca Panas

Anda akan ditertawakan jika minum air hangat saat terik muncul. Tidak ada yang salah dari tindakan Anda. Justru, mengonsumsi air hangat saat cuaca panas sangat dianjurkan. Dengan demikian, Anda memudahkan tubuh dalam proses pendinginan suhunya secara alami. Berbagai sumber menyebut penelitian ilmiah 2012, University of Ottawa School of Human Kinetic yang menyatakan hal serupa. Air hangat yang dikonsumsi, selanjutnya akan menekan pengeluaran keringat. Untuk hasil lebih baik, Anda disarankan untuk meminum air hangat pada ruang terbuka.

NIA HEPPY | ALFI MUNA SYARIFAH

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus