Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Wellington - Peneliti Curtin University, Monash University, dan University of Western Australia menemukan adanya pengaruh kepribadian seseorang saat berinvestasi saham.
Pemimpin penelitian dari Curtin University, Robert Durand menyatakan, seseorang akan mengambil risiko atau menghindarinya untuk mencapai tujuan investasi yang sesuai dengan kepribadiannya.
Penelitian itu menggunakan Model Lima Faktor yang bergantung pada genetik dan membagi kepribadian ke dalam beberapa kategori. Yaitu ekstrover, sikap berhati-hati, sikap yang mudah bersepakat, neurotisme, dan sikap yang terbuka terhadap pengalaman baru. Penelitian itu dipublikasikan di Journal of Behavioural Finance and the Review of Behavioural Science.
Baca juga:3 Ciri Orang Kaya, Salah Satunya Punya Investasi
Beberapa penjelasan terhadap sikap tersebut, antara lain, ekstrover misalnya dapat mengambil risiko yang tinggi karena kebutuhan mereka mencari kesenangan. Kata Durand seperti dilansir businessnewsaus.com.
Sementara orang yang sangat berhati-hati cenderung tak mengambil risiko. Untuk pribadi neurotisme, misalnya, biasanya memilih saham yang aman untuk menghindari risiko karena rasa takut atau konsekuensi negatif.
Menurut Durand, menggali lebih dalam mengenai hubungan kepribadian dengan keputusan berinvestasi penting untuk investor dan pengamat. Keuntungan bagi investor adalah membangun investasi sesuai kepribadiannya. Pengetahuan itu membuat investor mengartikulasikan dan memahami keputusan yang diambil. Baca juga: 4 Hal Terkait Finansial yang Harus Dibereskan Sebelum Usia 30
“Dari pemahaman ini, investor dapat memodifikasi perilaku mereka dan menghindari kesalahan-kesalahan,” jelas Durand.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Hal itu juga penting untuk menambah pemahaman pengamat, tak terkecuali bagi Durand, tentang berbagai fenomena antara kepribadian dan investasi yang tampak tak terkait ternyata berhubungan. Demikian dilansir dari Business News.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini