Perjalanan

Upaya Mengatasi Keberadaan Pengemis di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Beberapa waktu lalu viral video di media sosial yang memperlihatkan sekelompok pria yang meminta uang kepada peziarah makam Sunan gunung Jati, Cirebon

18 Juli 2025 | 17.18 WIB

Makam Sunan Gunung Jati yang terletak di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Antara/Dedhez Anggara
Perbesar
Makam Sunan Gunung Jati yang terletak di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Antara/Dedhez Anggara

TEMPO.CO, Cirebon - Keberadaan pengemis dan pungutan liar atau pungli di makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, menjadi keluhan hampir semua peziarah atau wisatawan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon merekomendasikan dibentuknya tim untuk menangani permasalahan pengemis di kawasan tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophia Zulfia, mengatakan bahwa persoalan itu tengah dibahas dalam rapat. “DPRD Kabupaten Cirebon telah melakukan rapat koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk menangani permasalahan pengemis di makam Sunan Gunung Jati,” tutur Sophia, Jumat, 18 Juli 2025.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Iklan

Logo

Melalui rapat koordinasi itu, lanjut Sophia, pihaknya merekomendasikan dibentuknya tim ad hoc atau tim khusus untuk penyelesaian masalah pengemis di makam salah satu dari 9 wali tersebut. Setelah terbentuk, tim adhoc direkomendasikan untuk melakukan sejumlah langkah, dimulai dari menghadap atau melakukan koordinasi dengan pihak keraton, membuat draft MoU tentang kerja sama kewenangan kawasan situs makam Sunan Gunung Jati dan membuat komitmen bersama dengan deklarasi tentang penertiban pengemis. “Kami ingin SKPD terkait saling berkoordinasi untuk menangani pengemis yang ada di kompleks makam Sunan Gunung Jati yang sudah meresahkan pengunjung,” tutur Sophia. 

Namun, Sophia juga meminta tim adhoc dan semua yang terlibat dalam penanganan pengemis di kompleks makam Sunan Gunung Jati untuk melakukan aksi berdasarkan data yang akurat. Khususnya mengenai data sebanyak apa pengemis yang ada di makam tersebut untuk selanjutnya menyusun langkah konkret yang menyeluruh dan tepat sasaran. 

Pengemis Viral 

Beberapa waktu lalu viral video di media sosial yang memperlihatkan sekelompok pria yang meminta uang kepada orang-orang yang berziarah. Video yang diunggah oleh akun tiktom @iannn_aldert pada Sabtu, 16 November 2024 lalu memperlihatkan penjaga yang menghadang peziarah yang hendak masuk ke makam Sunan Gunung Jati. Satu persatu, peziarah yang hendak masuk dihadang dan diminta mengeluarkan uang untuk dimasukkan ke kotak yang sudah disiapkan. Sekali pun meminta seikhlasnya, para peziarah dihadang alias tidak boleh masuk sebelum mengeluarkan uang. Peziarah yang didominasi para ibu dan lansia untuk menyerahkan sejumlah uang agar bisa segera masuk. 

"Benar-benar enggak boleh masuk kalau enggak ngasih uang, dan keluarnya pun diminta (uang) lagi,” tulis keterangan unggahan pada Kamis, 21 November 2024. Saat keluar dari makam, gantian pengemis yang mengejar mereka dan belum berhenti sebelum peziarah memberi uang.

Penanganan Pengemis 

Keberadaan pengemis ini pun dikeluhkan Ketua Pokdarwis Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, lokasi makam Sunan Gunung Jati di Kabupaten Cirebon. "Keberadaan mereka juga mendapat keluhan baik pengunjung maupun pedagang yang ada di kompleks pemakaman,” tutur Ahmad Umar, ketua Poldarwis Desa Astana. 

Ahmad pun berharap, tim adhoc ini bisa mengatasi keberadaan pengemis yang ada di kompleks pemakaman tersebut. “Bukannya kami tidak pernah berusaha, kami selalu berusaha, termasuk dengan cara yang cukup keras, tapi ya mereka melawan,” tutur Ahmad. Satpol PP pun pernah akan melakukan razia, tapi bocor dan tidak ada pengemis yang ditemukan. 

Dijelaskan Ahmad, pengemis yang ada di pemakaman Sunan Gunung Jati sebagian bekerja. “Ada yang kerjanya pagi sampai siang, tapi pendapatannya pas-pasan, jadi malamnya ke makam,” tutur Ahmad. Ada juga sejumlah lansia yang di rumahnya tidak mengerjakan apa-apa dan juga tidak diurus oleh keluarganya, akhirnya menjadi pengemis di makam. “Mereka pulang seminggu sekali,” tutur Ahmad. 

Bahkan ada pula pengemis yang didatangkan dari daerah lain. Ini biasanya terjadi di waktu tertentu, seperti saat Jumat Kliwon. “Kita tahu sendiri kalau setiap Jumat Kliwon ramai sekali,” tuturnya.

Ahmad pun mengajukan permohonan maaf kepada peziarah yang terganggu dan tidak nyaman akibat keberadaan pengemis ini. “Kami berharap tim yang dibentuk oleh pemerintah Kabupaten Cirebon ini bisa mengatasi permasalahan saat ini,” kata Ahmad.