Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Perwira tinggi kepolisian Selandia Baru tidak dapat menahan air mata ketika menyampaikan pesan mengharukan saat mengenang korban penembakan di Christchurch.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Inspektur Polisi Naila Hassan, yang juga merupakan seorang Muslim, berbicara di pusat kota Auckland kepada kerumunan di Aotea Square, diawali dengan salam Assalamu'alaikum. Naila sempat menahan sedu saat pembukaan pidato.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Saya sangat bangga menjadi Muslim sekaligus pemimpin di Kepolisian Selandia Baru," kata Naila, dikutip dari Stuff.co.nz, 17 Maret 2019.
"Ini adalah pesan pencegahan untuk memastikan keselamatan saudara-saudari kita dan komunitas kita di sekitar Selandia Baru.
"Saya tahu ini adalah waktu yang sangat menyedihkan bukan hanya bagi masyarakat Muslim kami, tetapi untuk semua orang di komunitas kami," kata Hassan.
Sebuah tulisan "Ini Bukan Selandia Baru" diantara bunga sebagai penghormatan kepada para korban serangan masjid di dekat Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, 16 Maret 2019. REUTERS/Jorge Silva
"Kami ingin meyakinkan semua orang bahwa kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan para korban serangan yang menghancurkan ini diperlakukan dengan sangat hormat," kata Hassan menitikkan air mata.
Hassan mengatakan telah ada peningkatan kehadiran polisi di sekitar masjid dan pusat-pusat Islam di seluruh Selandia Baru.
"Saya juga takut, seperti juga semua kolega saya di Kepolisian Selandia Baru, di sekitar peristiwa di Christchurch."
Seorang pria, yang tampaknya adalah seorang pemimpin Muslim, berbicara setelah Hassan dan mengatakan dukungan yang ditunjukkan oleh polisi dan politisi "luar biasa".
"Kami adalah orang Selandia Baru, kami akan berdiri bersama, dan jika ada yang dikucilkan itu adalah Anda yang membenci. Kita akan membalas kebencian dengan cinta," katanya.
Tota 50 korban jiwa dan 47 orang terluka akibat aksi teror ini. Brenton Harrison Tarrant, 28 tahun, telah didakwa dengan pembunuhan atas penembakan di Christchurch, Selandia Baru.