Jumat, 18 Agustus 2017

Hendropriyono: Otak Kampanye Hitam Sudah Diketahui  

Sabtu, 05 Juli 2014 | 17:03 WIB
Petugas Satpol PP Kecamatan Tambora membersihkan poster dan selebaran calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Jakarta, Jumat (4/5). Selain membersihkan poster dan selebaran calon gubernur Petugas juga membersihkan selebaran yang bisa dikategorikan kampanye hitam bagi salah satu calon gubernur DKI Jakarta yang berasal dari luar Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

Petugas Satpol PP Kecamatan Tambora membersihkan poster dan selebaran calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Jakarta, Jumat (4/5). Selain membersihkan poster dan selebaran calon gubernur Petugas juga membersihkan selebaran yang bisa dikategorikan kampanye hitam bagi salah satu calon gubernur DKI Jakarta yang berasal dari luar Jakarta. Tempo/Tony Hartawan.

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota dewan pengarah tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, A.M. Hendropriyono, mengatakan kubunya berniat menempuh jalur hukum atas serangan kampanye gelap yang dialami pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 itu.

"Kalau terus-menerus ada kampanye hitam yang isinya fitnah kepada Jokowi-Kalla, kami akan membawa ini ke ranah hukum," ujar Hendro di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Jakarta, Sabtu, 5 Juli 2014.

Menurut purnawirawan bintang empat ini, kubunya sudah mengetahui dalang penyebar kampanye gelap terhadap Jokowi. "Kami juga sudah tahu alamatnya," tutur Hendro. "Karena itu, kami harapkan supaya marilah kita berkompetisi secara gentle, kesatria, dan fair. Jangan curang." (Baca: Dituding PKI, Jokowi: Ini Penghinaan Besar)

Hendro mengatakan kubunya telah mengusut asal-muasal kampanye gelap terhadap Jokowi. Menurut dia, lokasi asal tersebarnya kampanye gelap ini berada di sebuah tempat di Jalan R.M. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan. "Di situ ada kantor DPP Gerindra, tapi bukan di situ letaknya. Di belakang kantor itu, ke sebelah selatan, jarak 100 meter dari sana. Di situlah otak dari kampanye hitam terhadap Jokowi dilancarkan terus-menerus sampai hari ini."

Menurut bekas Kepala Badan Intelijen Negara ini, kubunya sudah mengetahui nama-nama tokoh yang berperan melancarkan kampanye gelap tersebut. (Baca: Buya Syafii Tepis Isu Jokowi Kafir)

"Nama-nama orang itu ada sekitar sembilan orang dan yang lain membantu," ujarnya. "Kami menyerukan supaya mereka menghentikan kampanye hitam yang isinya fitnah seperti itu, karena itu bersifat kontraproduktif untuk mereka sendiri."

Selain menyebar kampanye gelap, Hendro menuturkan para dalang itu juga melakukan berbagai upaya yang bertujuan agar seolah-olah ada play victim atau korban dari permainan yang direkayasa sehingga kemudian menarik simpati para pemilih. "Semua siasat itu dilakukan oleh kesembilan orang di tempat yang tadi saya sampaikan." (Baca: JK: Apa pun Tuduhannya, jika Tak Benar, Kami Lawan)


PRIHANDOKO




Berita lainnya:
Lawan Belanda, Kosta Rika Menjaga Mimpi Indah
Bea Cukai Ingin Punya Peralatan Seperti James Bond
Korban Tewas Kena Granat di Aceh Timur Dimakamkan


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?