indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Bisnis PilihanIndeks

  • Susi: 4 Kapal Pencuri Ikan Sembunyi di Taiwan

    Susi: 4 Kapal Pencuri Ikan Sembunyi di Taiwan

    "Kami mau umumkan secara internasional supaya di laut luar juga ditangkap," kata Menteri Susi Pudjiastuti.

  • Bisnis McDonald's Limbung, Ini Terobosan CEO Baru

    Bisnis McDonald's Limbung, Ini Terobosan CEO Baru

    Turunnya pendapatan disebabkan perusahaan McDonald's sulit mengubah tren konsumsi masyarakat yang beralih ke makanan organik.

  • Artikel Sponsor
    Iuran BPJS Kesehatan,

    Iuran BPJS Kesehatan, "Dongkrak" Cashless Society

    INFO TEMPO - Bank Indonesia (BI) pernah membuat penelitian dalam hal budaya cashless masyarakat ASEAN. Penelitian dilakukan dengan membuat perbandingan budaya cashless masyarakat di negara-negara ASEAN, dan hasilnya menunjukkan bahwa di Indonesia untuk transaksi uang tunai tercatat 99,4 persen, sedangkan transaksi non tunai di bawah 1 persen. Karena itu, BI menggulirkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dalam mengedukasi serta mendorong masyarakat Indonesia agar lebih memilih transaksi non tunai. BI juga mengajak berbagai kalangan untuk mensukseskan gerakan tersebut, mulai dari pedagang hingga mahasiswa untuk mengimplementasikan transaksi non tunai dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai institusi yang berkaitan erat dengan transaksi keuangan, Bank Mandiri mendukung penuh gerakan yang digagas BI, dengan berbagai fasilitas sistem pembayaran non tunai. Mulai dari pembayaran dengan menggunakan mobile banking baik berupa SMS banking, auto debit maupun internet banking, Bank Mandiri mendukung perwujudan cashless society yang digaungkan pemerintah Indonesia. Bahkan sejak 2008, Bank Mandiri sudah mempromosikan dan menawarkan kartu e- toll dan e-money sebagai kartu pintar yang menjadi sarana pembayaran non tunai untuk jalan toll dan kereta api maupun busway. Setelah sukses dengan kartu pintar tersebut, kini Bank Mandiri membantu program pemerintah Indonesia dalam pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan. Dalam pembayaran iuran ini  sistem pembayaran non tunai Bank Mandiri membantu transaksi keuangan menjadi mudah, cepat dan aman, baik bagi perusahaan yang membayarkan iuran JKN pekerjanya maupun peserta JKN perorangan. Di samping itu, pembayaran iuran BPJS Kesehatan khususnya bagi peserta yang didaftarkan dan dibayarkan perusahaan bisa dijadikan sarana, wahana edukasi dan praktek masyarakat dalam transaksi non tunai, sehingga tanpa disadari society (komunitas) pun terbentuk dalam jumlah yang bisa terukur dan terarah, bahkan bisa lebih cepat dan luas. Sebagai ilustrasi, jika di suatu wilayah ada 100 perusahaan yang memiliki pekerja minimal 100 orang, dan semua perusahaan itu menjadikan pekerjanya peserta BPJS Kesehatan, lalu iurannya dibayarkan perusahaan secara kolektif melalui internet banking Bank Mandiri atau Mandiri Cash Management, maka ada 100 transaksi non tunai dari 10.000 peserta BPJS Kesehatan. Dengan adanya transaksi tersebut melalui internet banking Bank Mandiri (non tunai) secara otomatis 100 perusahaan tersebut mendukung budaya cashless society. Apalagi, bila setiap pekerja perusahaan tersebut membuat auto debit tiap bulan untuk pembayaran iuran JKN BPJS Kesehatan anggota keluarga lainnya (tidak masuk dalam tanggungan perusahaan tersebut) yang diikutsertakan sebagai peserta JKN perorangan, maka transaksi non tunai dan komunitasnya pun akan kian beragam, seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya taraf ekonomi pekerja maupun perusahaan tersebut.   Tim Info TEMPO

  • Apel Berbakteri, Waspadai 5 Merek Dagang Ini

    Apel Berbakteri, Waspadai 5 Merek Dagang Ini

    Apa saja merek dagang yang ditarik dari peredaran?

  • 5 Negara Paling Banyak Guyur Duit ke Indonesia

    5 Negara Paling Banyak Guyur Duit ke Indonesia

    Untuk pertama kalinya sejak empat tahun terakhir Amerika Serikat tak masuk lima besar dalam daftar negara investor di Indonesia.

  • Lifting Minyak Turun, Apa Sebabnya?

    Lifting Minyak Turun, Apa Sebabnya?

    Penurunan target dinilai realistis dengan kondisi saat ini.

  • Terungkap, Rekening Miliaran 5 Calon Dirjen Pajak

    Terungkap, Rekening Miliaran 5 Calon Dirjen Pajak

    Menurut Sekretaris Kabinet Jokowi, Andi Widjajanto, Dirjen Pajak terpilih adalah Sigit Priadi Pramudito.

  • 100 Hari Jokowi, Ada Investasi Rp 924,3 Triliun

    100 Hari Jokowi, Ada Investasi Rp 924,3 Triliun

    Selama seratus hari Jokowi memerintah, optimisme investor terlihat.

  • Harga Minyak Dunia Turun, Indonesia Patut Waspada

    Harga Minyak Dunia Turun, Indonesia Patut Waspada

    Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pemerintah harus tetap mewaspadai kondisi ekonomi global, terutama harga minyak dunia.

  • 100 Hari Kerja, Jonan Mutasi 1.400 Anak Buah

    100 Hari Kerja, Jonan Mutasi 1.400 Anak Buah

    Setiap pekan, Jonan menandatangani surat mutasi.

  • Jokowi Mau ke Ngawi, Menteri Amran Cek Bendungan

    Jokowi Mau ke Ngawi, Menteri Amran Cek Bendungan

    Jokowi akan menyerahkan alat pertanian dan memantau irigasi di Ngawi.

  • Awal Tahun, 29 Pegawai Pajak Dihukum

    Awal Tahun, 29 Pegawai Pajak Dihukum

    Pegawai pajak tersebut melakukan beragam pelanggaran.

  • Buat Aturan Baru, Menteri Susi Didemo 10 Kelompok

    Buat Aturan Baru, Menteri Susi Didemo 10 Kelompok

    Menteri Susi demo karena melarang transhipment dan ekspor bibit lobster.

Terkini
3 Gardu Terkena Petir, Aliran Listrik Sempat Padam

3 Gardu Terkena Petir, Aliran Listrik Sempat Padam

PLN telah memperbaiki kerusakan pada gardu Karet Lama dan Karet Baru.

Izinkan Mobil Masuk Jalur Transjakarta, Ahok Dikritik

Izinkan Mobil Masuk Jalur Transjakarta, Ahok Dikritik

Kendati mobil yang lewat dikenai tarif, kebijakan ini menurunkan nilai tawar bus Transjakarta.

Menteri Rudiantara Pangkas Waktu Perizinan

Menteri Rudiantara Pangkas Waktu Perizinan

Lama perizinan yang semula butuh 60 hari kini dipangkas menjadi 14 hari.

BBM Tidak Lagi Jadi Penyebab Utama Inflasi

BBM Tidak Lagi Jadi Penyebab Utama Inflasi

Gejolak harga pangan akan banyak mendorong laju inflasi ketimbang harga BBM.

Agus Marto: Proyeksi IMF Lebih Rendah Sudah Biasa

Agus Marto: Proyeksi IMF Lebih Rendah Sudah Biasa

Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,7 persen