indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Bisnis PilihanIndeks

  • Harga Minyak Anjlok, 20 Ribu Pekerja Migas Di-PHK

    Harga Minyak Anjlok, 20 Ribu Pekerja Migas Di-PHK

    Lebih dari 100 jenis profesi yang berkaitan dengan migas dihantui ancaman PHK.

  • PT KAI Pertimbangkan Jual Tiket Kereta Tambahan

    PT KAI Pertimbangkan Jual Tiket Kereta Tambahan

    Menurut Humas PT KAI, kereta tambahan lebaran masih dalam proses evaluasi.

  • Artikel Sponsor
    Saat Utang Valas Jadi Masalah

    Saat Utang Valas Jadi Masalah

    INFO TEMPO - Setiap perusahaan ingin selalu tumbuh dan berkembang dari tahun ke tahun. Untuk berkembang itu, perusahaan membutuhkan ketersediaan dana yang bisa digunakan untuk membiayai ekspansi. Sumber dananya bisa didapat dari laba perusahaan tahun sebelumnya, suntikan modal dari pemilik, penerbitan saham baru, penarikan kredit dari bank, penerbitan obligasi, maupun Utang Luar Negeri (ULN). Utang Luar Negeri dalam valas memang menawarkan bunga lebih rendah dibanding pinjaman dalam Rupiah. Namun perlu disadari, perusahaan akan menghadapi risiko nilai tukar bila memiliki sumber pendapatan dalam Rupiah. Saat jatuh tempo dan dollar AS (USD) menguat terhadap mata uang global (termasuk Rupiah), utang valas itu akan menekan, bahkan bisa menghilangkan margin keuntungan perusahaan. Hal ini karena perusahaan akan membutuhkan Rupiah yang lebih banyak untuk melunasi utang valas yang jatuh tempo itu. Risikonya akan semakin meningkat jika perusahaan menarik pinjaman valas dengan tenor panjang. Misalkan saja, sebuah perusahaan melakukan penarikan ULN USD tenor 5 tahun pada 2019 untuk membiayai pembangunan pabrik baru dengan masa konstruksi 2 tahun. Barang yang dihasilkan dari pabrik ini akan dijual dalam Rupiah ke pasar dalam negeri. Perusahaan memproyeksikan keuntungan dari beroperasinya pabrik pada tahun ketiga hingga kelima akan mampu membayar semua pokok maupun bunga. Saat itu, perusahaan mengasumsikan nilai tukar USD terhadap Rupiah dalam 5 tahun ke depan tidak akan berubah signifikan. Namun faktanya, dari 2010 hingga 2015, mata uang USD menguat cukup tinggi. Akibatnya, perusahaan bisa saja tidak memiliki cukup Rupiah untuk membayar utang USD yang jatuh tempo, meski target penjualan tercapai. Bank Mandiri memiliki solusi untuk mengatasinya melalui salah satu produknya Cross Currency Swap (CCS). Dengan melakukan transaksi CCS dengan Bank Mandiri, perusahaan bisa memitigasi risiko nilai tukar. CCS sendiri merupakan kontrak antara dua pihak untuk saling mempertukarkan sejumlah pokok dan bunga dalam mata uang berbeda untuk jangka waktu tertentu. Intinya, CCS akan membantu perusahaan mengkonversi kewajiban pinjaman valasnya menjadi kewajiban Rupiah. Di mana, bunga USD yang diterima dari Bank Mandiri akan mengcover pembayaran kewajiban bunga USD kepada kreditur di luar negeri. Sebaliknya, kewajiban perusahaan akan berubah menjadi melakukan pembayaran cashflow Rupiah kepada Bank Mandiri. Ketika pinjaman jatuh tempo, Bank Mandiri yang akan mengcover kewajiban pembayaran pokok USD perusahaan, sedang perusahaan akan memiliki kewajiban baru berupa pembayaran pokok Rupiah kepada Bank Mandiri. Artinya, outstanding utang luar negeri USD telah dikonversi menjadi pinjaman dalam mata uang Rupiah, sehingga sesuai dengan mata uang pendapatan perusahaan. Dengan demikian, perusahaan tidak lagi menghadapi risiko nilai tukar.   Tim Info Tempo

  • Bulan Depan, Pertamina Luncurkan Calon Pengganti Premium

    Bulan Depan, Pertamina Luncurkan Calon Pengganti Premium

    Produk dengan RON sekitar 90 ini merupakan tahap transisi untuk menghapus peredaran Premium.

  • Tiga Syarat Diversifikasi Energi Menurut JK

    Tiga Syarat Diversifikasi Energi Menurut JK

    ‎Tiga sumber alternatif terakhir, menurut JK, adalah surya, nabati, dan laut.

  • Situs Pernah Jebol Diserbu Pemudik, Ini Antisipasi KAI

    Situs Pernah Jebol Diserbu Pemudik, Ini Antisipasi KAI

    PT Kereta Api menguji coba teknologi baru pembelian tiket secara online.

  • Bandara Soekarno-Hatta Tak Penuhi Standar Keamanan

    Bandara Soekarno-Hatta Tak Penuhi Standar Keamanan

    "Penerbangan dari Soekarno-Hatta yang tiba di Changi, Singapura, itu selalu ditunggui oleh petugas keamanan di sana," kata Sekretaris Jenderal INACA.

  • Prabowo Perintahkan KMP Tolak Privatisasi BUMN

    Prabowo Perintahkan KMP Tolak Privatisasi BUMN

    Menurut Prabowo, KMP harus bersatu menentang rencana privatisasi BUMN.

  • Artikel Sponsor
    LINE Hadir di perangkat Apple Watch
  • Ketika Dirut Mandiri  Meledek  Fadel Muhammad

    Ketika Dirut Mandiri Meledek Fadel Muhammad

    Negara yang memilik bisnis finansial yang besar akan aman dari perang.

  • Timah Dikeruk Habis dari Bangka Belitung, Siapa Untung?

    Timah Dikeruk Habis dari Bangka Belitung, Siapa Untung?

    Timah batangan Indonesia diekspor ilegal ke negara tetangga dengan modus perdagangan antar pulau

  • Pabrik Gula Rafinasi Musuh Nyata Petani Tebu

    Pabrik Gula Rafinasi Musuh Nyata Petani Tebu

    Untuk urusan industri seharusnya pemerintah lebih arif menghitung kebutuhan impor.

  • Buka Inacraft 2015, Jokowi Nostalgia Jadi Pengusaha Mebel

    Buka Inacraft 2015, Jokowi Nostalgia Jadi Pengusaha Mebel

    Jokowi bercerita betapa susahnya dulu dia mendapatkan satu stan pameran saja.

  • Ini Daftar 'Dosa' Pusaka Benjina

    Ini Daftar 'Dosa' Pusaka Benjina

    PT PBR akan dijerat dengan ketentuan hukum korporasi.

Terkini
Kata Perintis MMM: Diblokir, Transaksi Tetap Jalan

Kata Perintis MMM: Diblokir, Transaksi Tetap Jalan

Selama dua tahun terakhir, sudah ada 235 laporan yang menanyakan ke OJK ihwal kegiatan dan keabsahan kegiatan MMM.

Kasus MMM, Ini Tips Berinvestasi yang Benar

Kasus MMM, Ini Tips Berinvestasi yang Benar

Hasil 30 persen per bulan atau 360 persen dalam satu tahun yang dijanjikan, tak wajar.

Dirugikan MMM, Masyarakat Silakan Lapor ke Polisi

Dirugikan MMM, Masyarakat Silakan Lapor ke Polisi

Dewan Komisioner OJK menilai iming-iming keuntungan 30 persen per bulan sangat fantastis.

Kasus MMM, Ini 20 Situs yang Diusulkan Diblokir

Kasus MMM, Ini 20 Situs yang Diusulkan Diblokir

Rekomendasi pemblokiran juga diambil setelah Panel mendapat informasi Sergey Mavrodi, pembuat sistem MMM, telah dipenjara di Rusia karena kasus ini.

Lolos Evaluasi Satgas, Kapal Eks Asing Bisa Langsung Jalan

Lolos Evaluasi Satgas, Kapal Eks Asing Bisa Langsung Jalan

Satuan Tugas Illegal, Unreported, and Unregulated telah menganalisis dan mengevaluasi prosedur pengoperasian 1.132 kapal eks asing di perairan Indonesia.