Berita Terkait
Petani Laporkan Penyuplai Padi Unggulan Presiden ke Polisi
TEMPO Interaktif, Jakarta: Petani Desa Grabag, Purworejo, Jawa Tengah, akan melaporkan PT Sarana Harapan Indopangan ke polis jika tuntutan ganti rugi gagal panen padi Super Toy HL-2 tak dipenuhi. "Dalam satu minggu tak dibayar kami laporkan ke polisi," ujar Kepala Desa Grabag Gandung Sumriyadi ketika dihubungi Tempo, Jumat (5/9)
Tuntutan ganti rugi petani terkait gagalnya panen kedua padi ungguan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada April lalu Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri panen raya padi Super Toy di Grabag, Purworejo.
PT Sarana yang menyuplai bibit padi menjanjikan keistimewaan bahwa Super Toy cukup sekali tanam, tiga kali panen. Ternyata, pada panen kedua padi sudah gabug (tak berbulir) alias kopong. Jumlah areal padi yang ditanami mencapai 96 hektare milik ratusan petani.
Surat tuntutan kepada PT Sarana, kata Gandung, sudah di tangan Direktur PT Sarana Iswahyudi. Namun Gandung tak yakin Iswahyudi akan memenuhi tuntutan petani. "Dia mengelak bertangung jawab," katanya.
Gandung hari ini mengumpulkan 54 Ketua Kelompok Tani yang pernah dijanjikan Iswahyudi. Mereka akan menyampaikan aspirasinya dan membeber apa saja yang ditawarkan Iswahyudi. Sebagai kepala desa, Gandung mengaku tak pernah dilibatkan dalam proyek padi Super Toy.
Sewaktu pengenalan padi ke petani ia tak pernah diajak rembugan. "Bahkan ketika Pak Presiden datang untuk panen pertama, saya tidak dikabari. "Sekarang, setelah ada dampak buruknya, petani datang ke tempat saya," katanya.
Awalnya Gandung mendiamkan warganya karena petani sudah menanam padi Super Toy ke sawah mereka. Ia beranggapan tak ada salahnya demi keamanan pangan. Namun ketika janji-janji perusahaan tak ada bukti, maka ia mulai bergerak mewakili warganya.
Dianing Sari