Berita Terkait
Korban di Pamulang Tewas Karena Panik Melihat Polisi
TEMPO Interaktif, Jakarta: Enam warga kompleks asrama Brimob, Pamulang, Ciputat, Tangerang, tewas setelah menceburkan diri ke Situ Sasak Tinggi, Pamulang, Minggu (14/9), pukul 06.00 WIB. Korban menceburkan diri karena hendak lari dari kejaran polisi.
Keenam warga asrama Brimob itu adalah Sinung (12), Maulana Ibrahim (13), Ibnu Ganesha (13), M Iqbal (17), Randi (15), dan Solihin Bujang Prakoso (15). Sedangkan satu orang lagi, Abimanyu (15), kini berada dalam kondisi kritis dan sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Bhineka Husada, Tangerang, Banten. Sebelum dimakamkan, seluruh korban berada di rumah sakit ini.
Menurut Kepala Kepolisian Resort Jakarta Selatan, Komisaris Besar Chairul Anwar, korban beserta rekannya yang berjumlah 20-an orang, dan berasal dari kompleks Brimob, terlibat saling ejek dengan warga Bambu Apus. Mereka saling lempar batu.
Melihat ada kerumunan di jalan Padjajaran Raya itu, polisi mendatanginya dan hendak membubarkan kerumunan. Karena panik dan terjepit, orang-orang yang terlibat tawuran itu menceburkan diri ke Situ Sasak Tinggi. Ada 14 orang yang menceburkan diri. Beberapa berenang balik ke tepi, namun beberapa tenggelam.
Polisi menduga keenam orang tersebut tak bisa berenang. Apalagi dasar situ berlumpur. Dan dalam pemeriksaan, polisi mengaku tak menemukan bekas benturan fisik atau bekas luka pada tubuh korban.
Memngenai siapa yang harus bertanggungjawab, Chairul mengaku masih akan menyelidikinya. "Kami akan selidiki pihak manapun yang terkait," kata Chairul. Masih menurut Chairul, saat kejadian yang ada hanya saling ejek dan lemparan batu. Tak ada suara tembakan dan senjata tajam.
Sebelumnya, jumlah korban tewas diinformasikan sebanyak lima orang. Namun baru belakangan pihak Kepolisian Resort Jakarta Selatan memastikan bahwa jumlah tewas sebanyak enam orang dan satu orang berada dalam keadaan kritis di Rumah Sakit Bhineka Husada, Tangerang, Banten.
Muhammad Nur Rochmi