Korban Tewas Sedekah Maut Dapat Bantuan Rp 1 Juta

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wali Kota Pasuruan Aminurrokhman memberi memberi santunan Rp 1 juta untuk  keluarga korban yang tewas saat berebut  sedekah di rumah Haji Syaikhon.  Dalam rebutan itu sedikitnya 21 orang meninggal terinjak-injak dan belasan lainnya menderita luka.

Santunan Rp 1 juta akan diserahkan langsung ke rumah korban melalui aparat pemerintah daerah. Adapun yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Soedarsono Pasuruan, akan dibantu  biaya perobatannya. "Ini untuk meringankan bebas mereka," kata Aminnurrakhman.

Wali kota merasa perlu memberi bantuan karena sebagian besar korban adalah warganya. Korban yang lain berasal dari wilayah Kabupaten Pasuruan. Dade Angga, Bupati Pasuruan, juga berniat membantu. Namun, jumlah uang yang akan disedekahkan kepada korban belum disebutkan angkanya. "Ada empat warga saya yang ikut menjadi korban," kata Dade Angga.

Ribuan warga  kemarin mendatangi rumah Haji Syaikhon di Gang Pepaya, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusono, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Mereka berbondong-bondong untuk mendapatkan uang sedekah Rp 30 ribu.    Sekitar pukul 10.00, ketika pembagian dimulai, warga langsung berebut. Tidak ada pengamanan ataupun persiapan panitia. Akibatnya mereka berdesak-desakan.

Polisi setempat memeriksa Haji Syaikhon dan sejumlah keluarganya yang menangani langsung tebar sedekah tersebut. Pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor Kota Pasuruan berlangsung hingga larut malam. Hasji Syakhon yang dikenal dermawan oleh penduduk Pasuruan cara membagi rejekinya seperti kemarin sudah yang keenam kali. Ia melanjutkan tradisi orangtuanya yang saban tahun, setiap 15 Ramadan,  sejak 1980 menyisihkan hartanya untuk orang tak berpunya.

Abdi Purnomo 

 

  • Send
  • Print