Daerah Rawan Demam Berdarah Berpotensi Meluas

TEMPO Interaktif, Jakarta:  Penderita demam berdarah di wilayah  DKI Jakarta dan sekitarnya berpotensi terus bertambah. Pertambahan itu dipicu oleh musim hujan dan makin meluasnya wilayah yang menjadi daerah rawan berkembangbiaknya penyakit ini.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Wibowo Sukijat, dalam sepekan terakhir penderita demam berdarah bertambah sebanyak 104 kasus. ''''Berdasarkan data jumlahnya mencapai 423 kasus,'''' kata Wibowo, Rabu (19/11). Sebelumnya, pada  12 November,  jumlah penderita gigitan nyamuk ini ada sebanyak 228 kasus.

Wibowo menjelaskan, total jumlah kasus demam berdarah sejak awal tahun  mencapai 25.961 kasus. Sebanyak 24 orang di antaranya meninggal. Penderita demam berdarah terbanyak terdapat di wilayah Jakarta Timur sebanyak 8.554 kasus. Disusul wilayah Jakarta Selatan 6.293 kasus, Jakarta Barat 4.230, Jakarta Utara 3.650 dan Jakarta Pusat 3.234 kasus.

Beberapa wilayah yang tercatat sebagai kawasan merah demam berdarah yaitu, Kelurahan Penjaringan, Kapuk, Tegal Alur, Pondok Pinang, Cilandak Timur dan Bintaro, yang berbatasan dengan Tangerang, Banten.

Rudy Prasetyo

  • Send
  • Print