Situ Gintung Harus Dikosongkan dari Hunian

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto merekomendasikan kepada pemerintah Provinsi Banten untuk mengosongkan kawasan sekitar Situ Gintung dari permukiman penduduk.

"Kawasan di sekitar situ sudah berbahaya untuk hunian. Mungkin pemerintah setempat harus menghentikan izin pendirian bangunan di sekitarnya," kata Djoko Kirmanto di Surabaya, Senin (30/3).

Djoko menjelaskan, kementerian yang dia pimpin tengah mengkaji langkah perbaikan Situ Gintung di Cirenundeu, Ciputat, Tangerang, yang jebok Jumat pekan lalu. Timnya mulai membuat disain permanen.

Akibatnya jebolnya tanggul, sampai berita ini ditulis sudah 98 orang ditemukan tewas. Sisanya lebih dari 115 orang masih dalam pencarian. Adapun warga yang mengungsi mencapai 600 orang. Saat tanggul jebol, sekitar 250 rumah lenyap diterjang air danau.

Langkah lainnya, menurut Djoko, kantornya  memanggil Komisi Keamanan Bendungan untuk memantau kondisi seluruh situ maupun bendungan. Bendungan itu meliputi  di sekitar  Jakarta dan diseluruh Jawa dan luar Jawa.

"Seluruh situ dan bendungan saat ini memang kritis, jadi perlu pemantauan ekstra," ujar Djoko.

Kondisi situ dan bendungan yang kritis,  dia menambahkan, lebih disebabkan adanya perubahan curah hujan yang  ekstrim. Keadaan cuaca ini diperparah dengan semakin menyempitnya situ-situ maupun bendungan karena telah berubah fungsi menjadi tempat hunian.

Lokasi Situ Gintung yang jebol dulu merupakan persawahan dan daerah resapan air. Kini, aliran itu penuh dengan bangunan rumah penduduk serta infrastrustur seperti jalan. Bahkan, di areal ini terdapat kolam pemancingan yang komersialkan.

ROHMAN TAUFIQ

Universitas Muhammadiyah Rugi Rp 10 Miliar

Bantuan Makanan Korban Situ Gintung Melimpah

Pemerintah Segera Cek Situ Pamulang 

Kegarangan Waduk Tua 

  • Send
  • Print