Berita Terkait
Maju Mundur Koalisi Yudhoyono-Kalla Tunggu 23 April
TEMPO Interaktif, Jakarta: Apa sebenarnya keinginan Partai Golkar? Apakah mereka benar-benar ingin berkoalisi dengan Partai Demokrat? Tapi, mengapa mereka maju mundur?
Pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya Soemarsono mungkin menjelaskan mengapa Partai Beringin itu seperti mau-mau malu. Dia menyatakan, boleh-boleh saja Partai Demokrat menyatakan akan berkoalisi dengan Partai Golkar. Namun saat ini belum waktunya Golkar memberikan pernyataan sikap.
"Boleh-boleh saja, namun itu harus didengarkan pernyataan sikap seluruhnya, tidak bisa langsung mengkomentari," ujar Soemarsono usai Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus) Golkar di kediaman Jusuf Kalla, Minggu malam (12/4).
Menurut Soemarsono, Golkar belum memutuskan apa yang akan dilakukan dalam menentukan capres dan cawapres ke depannya. Sebelum menentukan koalisi Golkar harus melalui Rapimnasus konsultasi terlebih dahulu pada 16 April.
Dalam rapat ini, selain mengevaluasi hasil pemilu legislatif, termasuk penyebab kekalahan Golkar, dibahas soal konsultasi soal apa yang akan dibicarakan dengan Susilo Bambang Yudhoyono. "Jadi ada mekanismenya," ujar Soemarsono.
Kemudian dalam Rapimnassus pada 23 April, ditentukan siapa yang akan menjadi Capres atau Cawapres dari Golkar. Soemarsono menegaskan, dalam Rapimnassus keempat Jusuf Kalla tidak langsung mengajukan diri sebagai capres. Melainkan jajaran pimpinan yang meminta
Namun, meski Soemarsono mengatakan masih pikir-pikir,sebelum Ketuda Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah saling berbicara dengan Jusuf Kalla di telepon. Entah siapa yang memulai menelepon. "Memang ada komunikasi politik antara keduanya," kata Andi Mallarangeng, juru bicara kepresidenan di rumah Yudhoyon, Puri Cikeas, Bogor.
Mereka sebenarnya juga sudah menjadwalkan untuk bertemu Minggu pukul 15.00 WIB di Cikeas. Namun, entah mengapa pertemuan itu kemudian batal. Ada kabar bahwa Jusuf Kalla yang mebatalkan pertemuan itu. Disebut-sebut pula pembatalan itu disampaikan Kalla melalui telepon. Yudhoyono pun konon mempersilakan Kalla membicarakan rencana koalisi itu dengan para pengurus Golkar. Itulah sebabnya kemudian, malamnya diadakan pertemuan para petinggi Golkar di rumah Kalla.
Hasilnya? Soemarsono pun buka suara. Dia mengatakan Golkar masih menunggu rapat pada 23 April.
Cheta Nilawaty | Gunanto