Berita Terkait
Minggu, 28 Juni 2009 | 13:24 WIB
Peran Dokter Pribadi Michael Jackson Dipertanyakan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Peran dokter pribadi Michael Jackson, dr. Conrad Murray, menjadi pertanyaan. Polisi telah dan akan menginterogasi dokter yang menghentikan praktik umum untuk menjadi dokter pribadi King of Pop itu.
Seorang sumber di kantor koroner Los Angeles--seperti diungkap FOX-- mengatakan dari otopsi tampak ada memar di dada Michael Jackson, yang menunjukkan ada yang berusaha memompa jantung dengan menekan dada. Tapi tidak ada tanda-tanda serangan jantung.
Ini menunjukkan isyarat mungkin ia meninggal akibat salah obat--atau beberapa obat--yang membuat jantungnya berhenti berdetak.
Michael Jackson meninggal (atau tewas?) kurang dari 45 menit setelah dr. Conrad Murray dilaporkan menyuntikkan Demerol--penghilang rasa sakit sintetis mirip morfin.
Jackson biasa mengkonsumsi obat ini. Ia biasa menyebutnya sebagai tonikum kesehatan. Penyanyi ini memang baru 50 tahu dan badan sangat bagus tapi ia terbiasa menggunakan obat sampai delapan buah sehari.
Selain Demerol, ia juga mengkonsumsi dua obat penghilang rasa sakit lain, Dilauidid dan Vicodin. Dua obat ini berbahaya jika jumlahnya banyak dan berbahaya jika dikonsumsi dengan obat lain.
Saat kematian terjadi, Jackson sedang berlatih untuk rangkaian konser di London. Tiba-tiba dari rumah sewaan Jackson di Los Angeles, meminta pertolongan ke 911 (nomor telepon darurat Amerika Serikat) karena Michael Jackson ambruk.
Dokternya, dalam telepon itu, menyatakan sudah berusaha memulihkan keadaan si penyanyi tapi gagal. "Dokter satu-satunya orang disini," kata si penelpon yang hingga sekarang tidak jelas siapa ia. "Ia sudah menekan-nekan dada, tapi dia (Jackson) tidak bereaksi sedikitpun."
Paramedis semula berniat menyatakan bahwa Jackson sudah meninggal di tempat. Tapi dr Murray membujuk paramedis untuk membawa Jackson ker rumah sakit UCLA Medical Center. Ia tidak menandatangani surat kematian dan sempat menghilang pada Jumat pagi saat polisi berusaha menghubunginya.
Polisi kemudian kemudian menginterogasi dokter pribadinya itu--dr. Murray--dan menyatakan ia masih akan diinterogasi kembali. Tapi polisi menekankan bahwa dokter ini belum berstatus tersangka.
Selain menginterogasi, polisi juga menderek mobil BMW milik dr. Murray. Menurut polisi, mungkin di dalam mobil itu ada obat-obat yang dikonsumsi Michael Jackson atau barang bukti lain.
Nama Murray juga diungkit karena tim koroner wilayah Los Angeles, setelah melakukan otopsi, juga mengungkapkan bahwa Michael Jackson mengkonsumsi obat. Tapi tidak dijelaskan itu obat apa.
Karena Murray mesti berurusan dengan polisi, dokter itu segera saja mengontak pengacara, William M. Stradley, untuk membela dan menemani saat diinterogasi polisi.
Stradley mengatakan saat Jackson dibawa ke rumah sakit, kliennya itu menyertai. "Ia berada di sana sejak awal dan sudah bekerjasama dengan polisi sejak awal pula," kata Stradgley. "dr. Murray tidak pernah meninggalkan Los Angeles sejak wafatnya Jackson dan ia tetap di sini."
Pendeta dan politikus top kulit hitam Jesse Jackson, seusai melayat Michael Jackson, mengatakan pihak keluarga penyanyi itu tidak mengenal Murray. Keluarga merasa aneh bahwa Murray tidak bisa dihubungi seusai Jacko meninggal. Keluarga juga mempertanyakan mengapa Murray lambat melapor ke polisi.
Murray semula tinggal di Las Vegas. Tapi sejak dua pekan lalu, ia pindah ke Los Angeles untuk bekerja penuh sebagai dokter pribadi Jackson. Kepada para pasien langganan, Murray mengirim surat pada bulan ini yang mengabarkan ia tidak bisa lagi merawat mereka. "Karena ada kesempatan sekali seumur hidup, saya harus membuat keputusan tersulit yakni menghentikan praktik dokter saya," tulisnya.
Michael Jackson sudah meminta panitia konser di London juga membayar Murray yang ia sebut sebagai dokter pribadi. Pimpinan AEG Live--promotor konser Michael Jackson di Inggris--Randy Phillips mengatakan sang penyanyi mengatakan Murray sudah tiga tahun menjadi dokter pribadi. Jadi, ia mesti dimasukkan dalam daftar yang dibayar dalam konser.
AP/NYT/TELEGRAPH/NURKHOIRI