Berita Terkait
Ical Tak Sabar Gantikan Kalla
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kubu Aburizal Bakrie alias Ical, mengklaim sebagian besar pengurus Partai Golkar daerah meminta musyawarah nasional digelar akhir September. Permintaan daerah itu disampaikan saat pengurus daerah menyampaikan pandangan umum dalam rapat pimpinan nasional partai Golkar, di Jakarta, tadi malam.
"Mayoritas mengusulkan pada 27 September, mengingat pada Oktober banyak kegiatan kenegaraan," kata Ketua Dewan Pengurus Pusat Golkar, Firman Subagyo.
Sebelumnya, Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Aburizal Bakrie, mengusulkan musyawarah nasional digelar pada 27 September hingga 4 Oktober mendatang. Alasannya, Golkar harus memilih pengurus baru sebelum pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan penetapan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat. Dengan demikian, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat periode mendatang benar-benar representasi pengurus pusat.
Ketua Dewan Pengurus Pusat Golkar Syamsul Mu''arif mengatakan, sebagian daerah memang mengusulkan musyawarah digelar akhir September dan sebagian lainnya menginginkan Oktober. Keputusannya hari ini dalam sidang komisi.
Perebutan Ketua Umum Partai Golkar sekarang ini dipandang strategis setelah kepemimpinan Jusuf Kalla. Sebab, pada Pemilu 2014 mendatang, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak ikut pemilihan lagi, Golkar berkesempatan untuk mengusung kadernya menjadi calon presiden.
Dua kali pemilihan umum, 2004 dan 2009, partai warisan Orde Baru ini keok melawan partai lain. Dalam pemilihan presiden 8 Juli lalu, bahkan Golkar terbelah dalam menentukan kandidatnya. Akibatnya, Ketaua Umum Golkar Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Wiranto dari Partai Hanura, hanya mendapatkan sekitar 14 persen suara.
Kandidat bos Golkar selain Ical, yaitu Surya Paloh. Namun, kecenderungan pengurus daerah dan organisasi massa Golkar yang ikut rapat, menginginkan musyawarah nasional digelar sebelum Oktober. Artinya, sikap ini sejalan dengan keinginan kubu Ical.
Organisasi massa kino-kino Golkar yang menyampaikan pandangan umum pada Rabu (12/8) malam adalah AMPI, Kosgoro, MKGR. Selain itu, 18 dari 33 pengurus daerah telah menyampaikan pandangan umum dalam rapat pimpinan hari pertama.
Pengurus Golkar, Yuddy Chrisnandi, Indra Jaya Piliang, mengatakan waktu penyelenggaraan musyawarah berpengaruh pada jumlah dukungan. Apalagi, selama ini Yuddy menjadi tim sukses dan tidak sempat melobi daerah. Sedangkan, calon ketua umum lainnya yaitu Surya Paloh dan Aburizal Bakrie selama kampanye telah meminta dukungan sejumlah pengurus daerah.
Fungsionaris Golkar, Ferry Mursyidan Baldan, mengatakan beauty contest wajib dilakukan untuk memilih tempat penyelenggaraan. Sehingga, daerah yang memenuhi persyaratan akan dipilih pengurus pusat. Namun, usulan menggelar musyawarah sebelum Oktober dinilai tak rasional. "Karena 22 September Lebaran, kalau diselenggarakan 27 September (sesuai usulan Ical) itu terlalu mepet," katanya.
Seharusnya, kata Ferry, waktu penyelenggaraan musyawarah dikompromikan. Apalagi, Golkar bukan bagian dari pemenang pemilu. Sehingga, argumen waktu penyelenggaraan mengejar penyusunan pimpinan DPR maupun penyusunan kabinet dinilai tidak logis. "Jangan ber-GR ria pasti diajak bicara SBY. Maka Golkar tidak perlu terburu-buru menggelar musyawarah," ujarnya.
Wakil Sekretaris Jenderal Golkar, Iskandar Mandji, mengatakan penetapan waktu dan tempat musyawarah akan diputuskan pengurus pusat dalam rapat komisi organisasi, Kamis (13/8). Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla, memiliki mandat atas pengurus pusat. "Pengurus daerah boleh mengusulkan dan kami (pengurus pusat) mendengarkan. Tapi keputusan tetap di tangan pengurus pusat," ujarnya.
KURNIASIH BUDI
* Pemilihan Bos Baru Golkar Kemungkinan di Bali atau Riau
* Golkar Jawa Tengah Ingin Munas Sebelum Kalla Lengser
* Percepatan Munas Dianggap untuk Kepentingan Kekuasaan
Web via