Berita Terkait
Tragedi Ciwidey Lambat Penanganan
TEMPO Interaktif, Bandung -Kemarin (23/2) telah terjadi bencana tanah longsor di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat sekitar pukul 8.30 wib. Namun Wakil Kepala Kepolsian Resor Bandung, Komisaris Purwanto mengaku mendapat kabar tragedi itu pukul 15.00 wib.
"Para pejabat itu ngapain aja?" ujar Ketua Forum Perempuan Pembangunan, Juni Susan. Forum tersebut merupakan lembaga swadaya masyarakat di Bandung yang biasa membantu penanganan korban bencana di wilayah itu.
Sebenarnya, untuk melaporkan adanya bencana di kawasan Jawa Barat secara cepat, Satuan Tugas Koordinasi dan Pelaksana (Satkorlak) Jawa Barat sudah menyediakan hotline service dengan nomor 0813 9402 2559.
Nomor itu dilansir oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada awal September tahun lalu untuk mempermudah pelaporan adanya bencana, dan kini masih tertulis dalam situs www.ahmadheryawan.com. Namun saat Tempo mencoba menghubunginya, ternyata nomor tersebut tidak aktif atau berada di luar jangkauan.
Dalam dua bulan terakhir, di Jawa Barat menderita kerugian sekitar Rp 34 miliar akibat bencana yang terjadi. Angka itu masih sementara, belum termasuk longsor di Ciwidey.
"Paling besar Kabupaten Bogor Rp 16 miliar dan Kabupaten Bandung Rp 15 miliar" kata Udjwalaprana Sigit, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Jawa Barat di Gedung Sate Bandung, Selasa (23/2).
Total rumah rusak yang tercatat akibat bencana longsor dan banjir mencapai 1.179 rumah. Terdiri dari rusak berat 412 rumah, rusak sedang 659 rumah, dan rusak ringan 1.808 rumah. Rumah rusak terbanyak tercatat di Kabupaten Bogor 252 rumah, disusul Kabupaten Bandung 247 rumah, serta Garut 139 rumah.
Hingga kemarin malam, baru enam jasad dari puluhan korban tewas yang berhasil dievakuasi dari lokasi timbunan longsor. Sebelumnya diberitakan, longsor terjadi di kawasan pusat perkebunan dan pabrik teh Dewata milik PT Cakra di kampung Cimeri RW 11 Kelurahan Tenjolaya Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Informasi ini diperoleh di Perkebunan Teh Dewata, Selasa tengah malam. Adapun total jumlah korban tewas hingga Selasa malam masih simpang siur. Pemerintah Kabupaten Bandung memperkirakan ada 32 korban tewas yang masih tertimbun tanah longsor. Sebelumnya, Kepolisian Resor Bandung memperkirakan, jumlah total korban tewas mencapai 60-an orang dari sekitar 35 keluarga.
"Sedangkan jumlah rumah yang tertimbun diperkirakan 21 rumah ditambah enam fasilitas umum," kata Bupati Obar Sobarna di kampung Datar Kiara Perkebunan Dewata, sekitar tiga kilometer dari lokasi longsor di Cimeri. Fasilitas umum tersebut antara lain sebagian bangunan pabrik, gedung olah raga, taman kanak-kanak, dan dua masjid.
DWI WIYANA | ALWAN RIDHA | AHMAD FIKRI
Web via