foto

Sejumlah petugas membawa jenazah korban tewas tertimbun tanah longsor di Ciwidey, Jawa Barat (24/2). Petugas harus menggunakan alat berat untuk mencari korban yang masih belum ditemukan karena tertimbun tanah. AP/Irwin Fedriansyah



Penyebab Longsor Ciwidey Akan Diselidiki

TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono memamndang perlu membentuk tim untuk menyelidiki penyebab longsor di Ciwidey, Jawa Barat, Selasa lalu.

"Perlu diinvestigasi, dan tim mungkin (dari) kepolisian," katanya usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat di Istana Negara, Kamis (25/2).

Agung mengatakan dirinya bersama Wakil Presiden Boediono telah mengunjungi lokasi longsor itu, kemarin. Menurutnya ada kemungkinan kesalahan manusia dalam peristiwa tersebut. "Semuanya kebun teh, (itu) akibat penggundulan hutan," kata Agung.

Apabila dari hasil kerja tim nanti ditemukan kesalahan ada pada perusahaan, Agung menegaskan, perusahaan itu harus bertanggung jawab.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, sudah mengatakan bahwa bukit yang longsor menimpa kawasan pekebunan PT Cakra Dewata, Desa Tenjolaya, itu termasuk kawasan konservasi. “Betul-betul dari hutan yang selama ini dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan hutannya termasuk kawasan konservasi,” katanya kemarin.

Sementara labilnya tanah di Desa Tenjolaya, Kabupaten Bandung, yang Selasa (23/2) lalu longsor, membuat pemerintah berpikir untuk merelokasi warga. "Tanah di sana sangat labil," ujar Direktur Bantuan Sosial Korban Bencana Alam di Kementerian Sosial, Andi Hanindityo saat ditemui Tempo di kantornya.

Menurut Andi keputusan merelokasi warga sepenuhnya berada di tangan pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun Kementerian Sosial telah menyiapkan dana untuk keperluan relokasi tersebut. "Kementerian Sosial siap," katanya, "Sisa sekarang kesiapan dari pemerintah daerah."

Andi menekankan pentingnya tindakan cepat dari pemerintah daerah. Menurut dia evakuasi saat ini telah dilakukan secara maksimal dengan jangka waktu yang ditentukan oleh pihak pemerintah daerah.

Selain relokasi, pemerintah juga berencana membentuk tim investigasi kenapa bisa sampai terjadi longsor yang menimbun puluhan warga di desa itu.

Longsor Selasa lalu disebut-sebut berasal dari kawasan hutan konservasi yang letaknya lebih tinggi lagi dari areal perkebunan setempat yang dikelola PT Cakra Dewata.

DWI RIYANTO AGUSTIAR | ANTON WILLIAM | ERICK P. HARDI

  • Send
  • Print