Dua pendukung tim nasional Perancis di Paris, kecewa setelah Perancis dikalahkan 2-1 oleh Afrika Selatan sehingga tersingkir dari Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan (23/6). AP/Jacques Brinon
Berita Terkait
Pulanglah Prancis
TEMPO Interaktif, Bloemfontain - Prancis hancur total di Afrika Selatan. Setelah dilanda pertikaian internal, Franck Ribery dan kawan-kawan dilumpuhkan tuan rumah Afrika Selatan 1-2 pada laga terakhir Grup A di Stadion Free State, Bloemfontein, tadi malam. Les Bleus terpaksa pulang tanpa meraih satu kemenangan pun.
Dituntut harus memenangi pertandingan, Prancis sempat tampil apik di awal laga. Namun gawang mereka kebobolan pada menit ke-20. Berawal dari tendangan sudut, bek Bongani Khumalo terbang di atas Abou Diaby menjebol gawang Hugo Lloris.
Bafana Bafana makin di atas angin setelah Yoann Gourcuff diusir keluar dari lapangan pada menit ke-25. Striker Katgelo Mphela mencetak gol kedua pada menit ke-36.
Adapun gol hiburan Prancis dicetak pemain pengganti Florent Malouda pada menit ke-70. Gol ini sekaligus menandai akhir kepemimpinan Domenech sejak 2004. Ia akan digantikan oleh Laurent Blanc seusai Piala Dunia.
Meski menang, Afrika Selatan tersingkir dari Piala Dunia. Afrika Selatan menjadi tuan rumah pertama sejak Piala Dunia pertama 1930 yang gagal melangkah ke babak berikutnya. Meksiko, yang hanya kalah 0-1 oleh Uruguay, menang selisih gol atas Bafana Bafana. Meksiko mendampingi Uruguay mewakili grup A ke 16 besar.
Prancis selama persiapan menjelang pertandingan ini memang didera segudang masalah. Mereka ditahan imbang 0-0 oleh Uruguay dan kalah 0-2 oleh Meksiko. Pemain pun melakukan pemberontakan setelah Nicolas Anelka diusir pulang oleh Domenech. Presiden Nicolas Sarkozy sampai harus turun tangan.
“Sepak bola Prancis sedang menghadapi sebuah bencana, bukan karena kalah dalam sebuah pertandingan, tapi bencana ini adalah bencana moral,” kata Menteri Olahraga Prancis, Roselyne Bachelot, Selasa (22 Juni).
REUTERS | ARIS | RAJU FEBRIAN