Anggota Front Perlawanan Penculikan, Kholid Saifullah menunjukkan surat penangkapan dua warga Cilacap yang diduga sebagai keluarga Teroris, Tuti dan Arina Rahma saat jumpa pers di Gedung Umat Islam, Solo, Jumat (24/7). Foto:TEMPO/Andry Prasetyo
Berita Terkait
Waspada Aksi Penculikan Terhadap Bocah
TEMPO Interaktif, Jakarta - Para orang tua hendaknya lebih ketat memantau buah hatinya, terutama yang masih berusia belia. Seorang anak laki-laki bernama Riyan Cahyadi, 6 tahun, dikabarkan hilang di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.
"Hilang sejak Jumat lalu, sekitar pukul 11.30 WIB," ujar Asikin, paman korban saat dihubungi Tempo, pagi ini (29/6). Menurut Asikin, Riyan memiliki ciri-ciri rambut lurus pendek, kulit agak hitam, agak aktif, dan kurang bisa berbahasa Indonesia. "Ia berbahasa Sunda," katanya.
Riyan adalah anak dari pasangan Mulyadi dan Dini, warga Bandung, yang datang ke rumah kerabatnya di Slipi gang Sekolah nomor 23, RT 3 RW 3, Palmerah, Jakarta Barat. "Datang Jumat pagi, saat siang ia pergi main keluar rumah dan hilang belum kembali hingga sekarang," papar Asikin.
Polisi membenarkan adanya anak hilang di Slipi, Palmerah Jakarta Barat. "Anak laki-laki bernama Riyan Cahyadi, usia 6 tahun, hilang sejak Jumat siang dilaporkan Minggu kemarin," ujar Wakil Kapolres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Aan Suhanan, di markas Polres Jakarta Barat, siang ini.
Anak pasangan Mulyani dan Dini Dinyati itu sebenarnya adalah warga Jalan Mentor gang H Ansor RT 2 RW 7, Sukaraja, Cirendo, Bandung. Ia diajak ke Jakarta oleh salah satu bibinya, Ina Karyawati (39 tahun) Kamis malam pekan lalu.
Meski belum diketahui apa yang melatarbelakangi hilangnya Riyan, dugaan sementara anak itu hilang karena kesasar. "Sebab baru di Jakarta dan tidak bisa berbahasa Indonesia, main lupa jalan pulang," kata Aan. Saat ini polisi telah melakukan pencarian dan memeriksa sejumlah saksi. "Ada lima saksi sudah kami minta keterangan, saat ini kami juga sudah sebarkan brosur foto anak tersebut," lanjutnya.
Riyan memiliki ciri-ciri usia 6 tahun, kulit kehitaman, tinggi 110 cm, agak aktif, tangan kidal dan tidak bisa berbahasa Indonesia. "Ia berbahasa Sunda," kata Aan.
Saat hilang Riyan mengenakan kaos berwana orange, celana jeans hitam, dan sepatu hitam. "Warga yang mengetahui keberadaan anak dengan ciri-ciri tersebut harap menghubungi polisi," himbau Aan.
Sementara dugaan korban penculikan lainnya dialami seorang remaja putri, Sahrul Banin alias Banu, 16 tahun, yang hilang sejak Senin (28/6) sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Nicolas menjelaskan bahwa yang membawa Danu merupakan merupakan kekasih Banu. "Dan dia (pelaku) bersama korban akhirnya ditemukan di rumahnya, di Condet juga," katanya. Kekasih Banu, Sandi tinggal di Batu Ampar 1 RT 02/05, Condet, Jakarta Timur.
Meski dugaan awal hilangnya Banu ialah karena diculik, Nicolas menyatakan bahwa itu bukanlah penculikan. "Korban hanya sedang berpacaran dan pulang," katanya.
EZTHER LASTANIA | AGUNG SEDAYU
Web via