foto

Thomas Mueller (kedua dari kiri) merayakan golnya ke gawang Argentina. REUTERS/Carlos Barria



Arghhh... Argentina

TEMPO Interaktif, Cape Town - Stadion Green Point adalah ladang pembantaian bagi Argentina. Di Cape Town, permainan indah Argentina yang banyak diagung-agungkan hancur digilas oleh tim Panser Jerman 0-4.

Dalam pertandingan yang dipimpin oleh wasit Ravshan Irmatov dari Uzbekistan itu, Jerman berpesta gol melalui tembakan Thomas Mueller pada menit ketiga, Miroslav Klose (68 dan 89), dan Arne Friedrich (74). Klose menandai penampilannya yang ke-100 bagi tim nasionalnya dengan mengoleksi 14 gol, atau kurang satu gol lagi untuk menyamai rekor Ronaldo dari Brasil sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia. Klose dan Mueller masuk daftar pencetak gol terbanyak (top scorer) di Piala Dunia ini dengan empat gol. Mereka masih mungkin menambah gol dalam pertandingan semifinal.

Kemenangan Jerman itu disaksikan Perdana Menteri Jerman Angela Merkel. Dia berulang kali berdiri dan bersorak gembira dari tribun Green Point. Bintang musik rock, Mick Jagger, dan aktor Hollywood, Leonardo DiCaprio, juga menyaksikan keperkasaan tim Panser di tribun yang sama.

Jerman mengejutkan Argentina dengan gol cepat pada awal pertandingan. Berawal dari pelanggaran bek kanan Argentina, Nicolas Otamendi, terhadap Lukas Podolski di sisi kanan pertahanan Argentina. Inspirator Jerman, Bastian Schweinsteiger, mengambil tendangan bebas. Mueller menyambutnya dengan sundulan terarah yang tidak dapat dijangkau oleh kiper Sergio Romero.Gol cepat itu menjatuhkan mental Albiceleste.

Argentina mengusung formasi 4-3-1-2, dengan Lionel Messi di "posisi bebas"di belakang tombak kembar Carlos Tevez dan Gonzalo Higuain. Jerman mempertahankan formasi 4-5-1 dengan Klose sebagai ujung tombak.

Dengan pola itu, Jerman mengoptimalkan serangan sayap cepat. Kecepatan Mueller di kanan dan Podolski di kiri merepotkan pertahanan Argentina. Pelatih Jerman, Joachim Loew, sukses mengunci top scorer sementara Piala Dunia 2010, Higuain, tidak berkutik. Setiap kali pemain Argentina membawa bola, mereka seperti masuk perangkap tikus, tak bisa bergerak. Schweinsteiger sukses menjadi mesin pengatur blietzkrieg atau serangan kilat seperti di Perang Dunia II.

Lini belakang Argentina tidak berdaya menghadapi serangan meriam Panser. Akibatnya, Jerman menggandakan keunggulan pada menit ke-68. Klose berhasil memanfaatkan umpan Podolski.

Selanjutnya, bek Arne Friedrich menambah gol pada menit ke-74 dan Klose menutup pertandingan dengan gol keduanya. Messi pun tersingkir.

● FIFA | HARI | REZA M

Berita terkait: 

- Tangis Messi Iringi Kegagalan Argentina 

- Maradona Akan Sulit Lupakan Mueller ''Si Anak Gawang''

- Loew: Piala Dunia Dalam Jangkauan Jerman

  • Send
  • Print