Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten (TEMPO) Dimas Aryo
Berita Terkait
Maskapai Asing Kembali ke Jakarta
TEMPO Interaktif, Tangerang - Ketakutan terhadap abu vulkanik di kalangan maskapai penerbangan asing mulai surut. Kemarin sejumlah maskapai asing kembali melayani penerbangan dari dan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta. Maskapai itu adalah Singapore Airlines, Indonesia AirAsia, Malaysia Airlines System, Qatar Airways, Royal Brunei Airlines, dan Qantas Airlines dari Australia.
"Maskapai asing berangsur-angsur terbang kembali dan melayani penerbangan internasional," kata Andang Santoso, juru bicara PT Angkasa Pura II, pengelola Bandara Soekarno-Hatta, kemarin.
Singapore Airlines kemarin melayani empat penerbangan dari tujuh penerbangan yang dijadwalkan. Keputusan ini disambut gembira para penumpang. "Saya bisa pergi ke Manila," kata Gokma Simanjuntak, penumpang yang menunggu kepastian itu selama lebih dari lima jam.
Sabtu lalu, 14 maskapai membatalkan 48 penerbangan dari dan menuju Jakarta. Mereka takut abu vulkanik Merapi terbawa angin hingga ke Jakarta dan merusak mesin jet. Akibat pembatalan itu, ribuan penumpang menumpuk di bandara. Ketakutan itu sampai kemarin masih menghinggapi beberapa maskapai sehingga mereka belum berani terbang ke Jakarta. Mereka antara lain Lufthansa, Japan Airlines, Qantas Airways, Philippines Airlines, Value Air, Cathay Pacific, Emirates, dan Jet Star Air.
Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Hari Cahyono, mengatakan keputusan pembatalan itu dipicu oleh laporan cuaca Australian Bureau of Meteorologi. Badan ini menyebutkan, abu vulkanik Gunung Merapi menembus ke Jakarta. "Seharusnya pihak maskapai lebih percaya pada institusi resmi pemerintah Indonesia," katanya.
Hari menambahkan, sampai kemarin jalur penerbangan domestik maupun internasional dari dan ke seluruh bandara di Indonesia masih aman. Tak ada abu vulkanik Merapi di Bandara Soekarno-Hatta. Surat peringatan atau biasa disebut Notam (Notice to Airmen) hanya dikeluarkan untuk Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.
Kemarin Bandara Adisutjipto memberlakukan sistem buka-tutup sesuai dengan cuaca yang terjadi di sekitar bandara. Bandara dibuka karena tidak diselimuti abu dan jarak pandang sudah bisa sampai lima kilometer. "Sampai kapan dibuka, tergantung cuaca," kata General Manager Bandara Adisutjipto, Agus Adrianto.
JONIANSYAH | BERNARDA RURIT | BASUKI RAHMAT
Berita terkait:
- Abu Vulkanik Rusak 214 Trafo Listrik
- Abu Vulkanik, Pembunuh Lima Menit
- Surono Berharap Merapi Terus Meletus