Foto repro Melinda Fitriana dari dokumentasi pribadi. TEMPO/ Jhoni Atmanegara
Berita Terkait
Polisi Temukan Mahasiswi Pasca Sarjana IPB yang Hilang
TEMPO Interaktif, Jakarta - Melinda Fitriana, mahasiswa pasca sarjana IPB Bogor yang dilaporkan hilang sejak empat hari lalu berhasil ditemukan, Selasa (19/4). Penyidik Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya menemukan wanita 24 tahun ini di Bloem Steen Hostel, Jalan Kebon Sirih Timur I Nomor 174, Jakarta Pusat.
"Saat ditemukan dia sedang membaca buku di kamarnya, sendirian," kata Direktur Kriminal Umum Komisaris Besar Herry Rudolf Nahak, di Polda Metro Jaya, Selasa (19/4).
Melinda dilaporkan hilang sejak Jumat lalu. Ketika itu, Sapto Hartoyo, ayah Melinda, mendatangi tempat kos putri semata wayangnya itu di kawasan Wisma Fio, Jalan Darmaga IPB Nomor 47, Bogor, Jawa Barat. Namun, mahasiswi S2 jurusan Teknologi Pangan ini tidak ada di tempat. Sapto lantas melaporkan hilangnya Melinda ke Kepolisian Sektor Darmaga.
Saat ditemukan penyidik hari ini, kata Herry, Melinda tidak berkata apa-apa. Mahasiswi itu hanya menangis. Pertanyaan penyidik pun tidak dijawab Melinda. "Kami pun belum tahu kenapa dia menghilang, dengan siapa dia di penginapan itu, dan atas nama siapa sewa kamar itu," ujar Herry. "Dugaan sementara dia kabur dari kosan dan kemungkinan dia sudah lebih dari sehari di Jakarta”.
Polisi mendatangi Melinda sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya, Melinda menolak ikut dengan penyidik ke Polda Metro Jaya. Namun setelah dibujuk, dia bersedia ikut. Dua jam kemudian, Melinda sampai di Polda Metro Jaya dengan menumpang mobil Avanza warna abu-abu.
Mengenakan kemeja merah motif bunga-bunga, Melinda sempat emoh turun dari mobil. Karena awak media sudah mengerubungi mobil tersebut. Melinda berhasil dibujuk turun setelah penyidik menutupi kepala dan wajahnya dengan sweater abu-abu. Melinda pun hanya dia diam saat ditanya wartawan.
Menurut Herry, penyidik sudah mencium keberadaan Melinda sejak kemarin sore. Dari informasi itu, penyidik menghubungi ayah Melinda. Polisi lantas mengintensifkan pencarian di wilayah Jakarta. Namun Herry tidak mau menjelaskan dari mana penyidik mendapat informasi itu. "Ada informasi ke kami," ujarnya.
Pencarian terhadap Melinda, kata Sri Andiani, ibu Melinda, dilakukan dengan cara manual dan menggunakan teknologi. Pelacakan sinyal telepon seluler Melinda membuahkan hasil pada Sabtu lalu. Global Positioning System (GPS) menunjukkan posisi Melinda berpindah-pindah di sejumlah wilayah di Jakarta. Bahkan, kata Sri, telepon seluler Melinda sejak Sabtu malam hingga Ahad pagi terdengar aktif. Tapi telepon dan pesan pendek tidak direspon Melinda.
Pada Ahad dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Melinda yang akrab disapa Fitri sempat mengirim pesan ke telepon seluler Sapto. Bunyi pesan itu:
”Aku baik-baik saja, tolong jangan khawatir, maaf. Fitri”.
Sebelum hilang, kata Sri, tidak ada tanda-tanda khusus yang janggal dari putrinya. “Semuanya berjalan dengan normal,” ujarnya saat ditemui Tempo di rumahnya di Villa Bintaro Regency, Tangerang Selatan.
Sebagai orang tua, Sapto dan Sri mengalami trauma dengan kejadian ini. Apalagi, mereka pernah kehilangan Amanda Devina, kakak Melinda, dengan cara yang tragis, pada 2004 lalu. Saat itu, Amanda yang menghilang selama tiga hari ditemukan tewas di sebuah mobil di Bandung, Jawa Barat. Mahasiswi jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti yang tengah mengandung 5 bulan itu dibunuh kekasihnya Ronald Johanes P. Aroean.
CORNILA DESYANA| JONIANSYAH
Berita Terkait:
Melinda Sewa Hotel Rp 130 Ribu