Berita Terkait
Usamah Tewas Setelah Dikepung 40 Menit
TEMPO Interaktif, Islamabad - Perburuan selama 10 tahun itu usai sudah. Usamah bin Ladin, pemimpin Al-Qaidah yang dituding sebagai dalang pengeboman di berbagai negara, termasuk serangan ke menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001, akhirnya tewas Ahad pagi waktu Pakistan.
Usamah tewas dalam sebuah baku tembak dengan pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat, Navy Seal, di Abbottabad, Pakistan.
Tak ada yang menduga Usamah tewas di kota wisata berjarak 100 kilometer dari Islamabad, Ibu Kota Pakistan. Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat rezim George W. Bush pernah mengumumkan kematian Usamah. Rupanya, Usamah berhasil lolos dari kejaran Amerika. Pria 54 tahun itu pun hidup berpindah-pindah dari desa satu ke desa lainnya.
Jejaknya terendus lagi sejak Agustus 2010. Dia tinggal di rumah peristirahatan (mansion) seharga US$1 juta atau sekitar Rp 8,6 miliar di Abbottabad. "Kami sungguh terkejut," kata seorang anggota dinas intelijen seperti dikutip The Guardian. Maklum saja, di kawasan itu banyak tinggal pensiunan jenderal Pakistan. Bedanya, bangunan milik Usamah bertingkat tiga sehingga lebih tinggi dari bangunan sekitarnya. "Ada kawat berdurinya dan dua gerbang penjaga."
Hal yang mencolok lainnya adalah, tak seperti para tetangga yang menimbun sampahnya, penghuni rumah itu selalu membakarnya. "Mana ada rumah mewah tak dilengkapi saluran telepon dan Internet," ujar pejabat mata-mata itu.
Setelah menggelar lima kali rapat rutin dengan para petinggi intelijen sejak 14 Maret hingga 28 April, Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun mematangkan rencana penyergapan. Jumat lalu dia memerintahkan penyerbuan. Puncaknya, Ahad pagi, saat Obama bermain golf di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, di belahan dunia lainnya di Abbottabad satu pasukan menyerbu rumah Usamah.
Serangan ke rumah persembunyian Usamah bukanlah hal mudah. Keluarga dan pengawal Usamah sempat baku tembak dengan pasukan khusus Amerika Serikat, Navy Seals, yang mengepung rumahnya itu selama 40 menit. Empat helikopter dari pangkalan di Ghazi pun dikerahkan. "Ada helikopter berputar-putar di atas Abbottabad pukul 1 a.m. (sebuah peristiwa yang langka)," tulis Sohaib Athar, saksi mata, lewat akun Twitter-nya.
Ahli komputer itu juga menggambarkan situasi di sana yang tak biasa. "Beberapa ruas jalan ditutup," katanya lagi. Tak berapa lama kemudian tiga heli mengapung di atas rumah besar itu. Tiba-tiba heli tersebut diberondong dari bawah. Baku tembak sengit pun tak terhindarkan lagi.
Akhirnya, Usamah bersama putra dan dua adiknya tewas dalam serangan fajar pada Ahad lalu itu. Wajah Usamah yang penuh darah itu pun muncul di Pakistani TV.
Warga Amerika berpesta dan meneriakkan yel-yel menyambut kematian orang yang nyawanya dihargai pemerintah Amerika senilai US$ 25 juta (sekitar Rp 215 miliar) itu. "Matinya Bin Ladin menandai pencapaian paling tinggi upaya bangsa kami memukul Al-Qaidah," ujar Obama. Lalu, di mana jasad Usamah? Seperti dikutip The Daily Mail, seorang petinggi Amerika mengatakan jasad Usamah dikubur di laut karena tak ada negara yang mau menerimanya.
AP | GUARDIAN | REUTERS | DAILYMAIL | ANDREE PRIYANTO
Berita Terkait:
FPI Gelar Doa Bersama untuk Usamah
Web via