AP/Felipe Dana
Berita Terkait
Waspada, Aksi Kejahatan Senjata Api Mengintai
TEMPO Interaktif, Jakarta - Aksi kejahatan jalanan dengan menggunakan senjata api kembali muncul di Ibu Kota. Korbannya kali ini perempuan 34 tahun berinisial SY.
Peristiwa terjadi Kamis, 5 Mei 2011, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban yang tengah mengendarai mobil Honda Jazz warna silver melintas di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Tiba-tiba tiga orang pelaku yang baru turun dari bus langsung menembaki mobil korban.
Kaca samping kiri mobil bernomor polisi B 1143 TD itu pun pecah berantakan. Beruntung, korban selamat. Namun, korban mengalami luka memar di pinggul kiri lantaran mencoba menyelamatkan diri dengan membanting stir mobilnya.
Kepala Kepolisian Menteng Komisaris Didi Hayamansyah menyampaikan, dari keterangan korban, pelaku diduga memakai senjata organik sejenis pistol. “Tapi itu baru kemungkinan dan belum pasti," ujar Didi, Jumat, 6 Mei 2011.
Polisi sudah menemukan proyektil peluru di dalam jok mobil kemarin malam. Namun, kata Didi, butuh uji balistik guna mengungkap jenis senjata yang digunakan oleh pelaku.
Didi menceritakan, peristiwa itu terjadi saat hujan deras dan jalanan sedang macet. Lokasinya tepat di pertigaan Jalan Diponegoro yang terhubung dengan Jalan Lembang. Saat laju kendaraan di jalan itu tersendat, tiga pelaku langsung beraksi setelah turun dari bus.
Sebelum penembakan terjadi, kata Didi, satu pelaku berusaha memaksa SY untuk membuka kaca depan sebelah kanannya. Saat itu, korban menolak dengan keras. Namun, pelaku lainnya yang berdiri di sebelah kiri depan mobil korban langsung menodongkan senjata api.
Meski ditodong, menurut Didi, korban tak mau kompromi. Pelaku lantas menembak kaca samping kiri depan mobilnya, sehingga pelaku ketiga, yang bertugas mengawasi situasi, dengan mudah menjarah tas kulit hitam SY yang berisi uang tunai Rp 200 ribu. "Kerugiannya total Rp 400 ribu, jika digabung dengan barang-barang di dalamnya," ujar Didi.
Didi mengatakan, motif pelaku belum diketahui. Jenis senjata api yang digunakan pun belum bisa dipastikan. Pihaknya saat ini sedang gencar mengejar pelaku. "Tunggu saja," ujarnya. Didi berharap, pihaknya dapat mengungkap insiden ini. Sebab, pemakaian senjata api yang disalahgunakan adalah pelanggaran berat.
Sebelum peristiwa ini, sejumlah kasus kejahatan jalanan dengan menggunakan senjata api juga pernah terjadi di Jakarta. Penyebabnya beragam, antara lain karena gagal menyalip saat melaju di jalan, berebut jalan. Namun, ada juga kejadian yang tak jelas motifnya.
Berikut ini sejumlah kasus kejahatan jalanan dengan menggunakan senjata api yang terjadi 2010 hingga tahun ini, di antaranya yaitu:
* 1 April 2010
Anggiat Lumban Gaol, sopir angkutan kota 56 jurusan Cileungsi-UKI ditembak pengendara motor tak dikenal di pertigaan dekat pintu tol Cibubur, sekitar pukul 18.00 WIB.
Saat itu, di belakang mobil bernomor polisi B 7286 YK tersebut, sebuah motor berwarna hitam berniat menyalip dari arah kiri. Namun gagal dan motor itu jatuh. Pengendara motor kemudian mengejar angkutan kota (angkot) dan menyalipnya. Pembonceng motor turun memukul kepala Anggiat dan menembak paha kirinya.
* 16 November 2010
Bus Metromini yang dikendarai Arifin, 50 tahun, menghalangi jalan sepeda motor yang dikendarai seorang berjaket hitam, di Jalan Yos Sudarso, pukul 16.45 WIB. Mereka berebutan jalan. Tiba-tiba pengendara motor menembak menggunakan senjata api ke arah pintu kaca sopir. Serpihan kaca yang pecah akibat tembakan itu melukai Arifin beserta kondektur dan seorang penumpang. Mereka luka ringan di bagian wajah.
* Desember 2010
Mulyawan, warga Bekasi Timur, yang tengah melintas di Kalimalang, tiba-tiba didatangi mobil sedan berwarna silver. Orang di dalam mobil itu lantas menembakkan air soft gun ke arah Mulyawan. Pria yang bekerja di daerah Menteng, Jakarta Pusat itu pun mengalami luka di siku kanan.
* 16 Januari 2011
Bus Transjakarta koridor IX (Pluit - Pinangranti) ditembak di halte di Jalan Pluit Permai Raya, Penjaringan, pukul 20.30 WIB. Bus bernomor polisi B-7282-IV itu ditembak lima kali di tutup tangki bahan bakar gas. Saat penembakan, pelaku menggunakan mobil bernomor polisi B 171 JUN. Polisi lantas menangkap pelaku yang diketahui bernama Nico alias Siang Fuk, 28 tahun. Pelaku kesal lantaran laju kendaraannya terhalang bus Transjakarta.
* 18 April 2011
Seorang pengendara motor RX King warna hitam menembakkan senjata api ke arah seorang pengendara mobil Avanza di kolong jembatan layang di Jalan Raya Pesanggrahan RT 11 RW 3, Kembangan, Jakarta Barat. Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.20 WIB, saat korban yang berinisial KC, 41 tahun, hendak pulang kerja.
HERU TRIYONO| DRIYANDONO ADI PUTRA
Berita Terkait:
Polres Jakarta Timur Ungkap Penembakan Tukang Ojek
Penembak Gelap Serang Kantor Pengacara Frans Winarta