indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

BP Migas dinilai hanya mengendalikan dan mengawasi pengelolaan migas. Sedangkan pengelolaannya diserahkan kepada badan usaha milik negara atau perusahaan lain melalui kontrak kerja sama. TEMPO/Eko Siswono Toyudho



KPK 'Endus' Korupsi di BP Migas  

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas mengatakan, pihaknya tetap mengusut dugaan kasus korupsi di Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, meski lembaga ini sudah dibubarkan pada 13 November lalu.

"Bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kami akan menindaklanjuti dugaan korupsi itu,” Kata Busyro, Jumat, 16 November 2012. Menurut dia, pengusutan itu perlu dilakukan mengingat besarnya kekayaan negara yang dikelola untuk kesejahteraan rakyat. “Bukan untuk kesejahteraan pejabat," ujarnya.

Meski menolak berbicara soal fokus penelisikan kasus itu, pada Juli 2012 ia sempat menyebutkan adanya penemuan 20 dugaan penyimpangan yang terus berulang di BP Migas. Misalnya pada 2011, KPK menemukan pengelolaan dana Rp 152,4 triliun yang tidak sesuai penempatannya. Dan temuan itu telah disampaikan ke Presiden serta Dewan Perwakilan Rakyat.

Di tempat lain, Badan Pemeriksa Keuangan juga menelisik laporan keuangan serta operasional empat Kontraktor Kontrak Kerjsama (KKKS) minyak dan gas. Menurut Anggota VII BPK Bahrullah Akbar, pemeriksaan tersebut difokuskan pada klaim biaya penggantian ongkos operasi (cost recovery) serta biaya lain yang merujuk ke laporan keuangan 2011. "Kebanyakan penyelewengan keuangan terjadi pada pos tersebut," kata Bahrullah. “Pemeriksaan ditargetkan selesai pada Februari 2013.”

Penelisikan atas dugaan penyimpangan laporan keuangan kontraktor migas bukan hanya kali ini. Bahrullah mengatakan pada 2005-2010 BPK menemukan kerugian negara senilai US$ 1,7 miliar atau Rp 16,1 triliun. Kebocoran itu muncul akibat ulah kontraktor yang memanipulasi perhitungan berbagai biaya.

Temuan-temuan lainnya yakni kelebihan pembayaran cost recovery untuk tiga kontraktor senilai US$ 726,79 ribu (Rp 6,9 miliar) dan kekurangan pembayaran pajak senilai Rp 5,24 triliun. Hal itu tercantum dalam hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2010.

Selain memeriksa kontraktor, Bahrullah mengatakan tengah memeriksa laporan BP Migas tahun anggaran 2011. Menurut dia, pemeriksaan difokuskan pada masalah produksi minyak atau lifting serta pengendalian keuangan lembaga tersebut.

Hingga saat ini, Bahrullah mengatakan telah menemukan beberapa masalah yakni dalam perhitungan cost recovery para kontraktor oleh BP Migas. "Pemeriksaan ini kemungkinan selesai Desember," ujarnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi Mineral Evita Legawa mengaku belum ada pembicaraan antara Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Kementeriannya terkait rencana pengusutan korupsi di BP Migas. Namun juru bicara ex-BP Migas, Hadi Prasetyo, mendukung rencana KPK mengusut dugaan korupsi di BP Migas.

Hadi juga meminta masyarakat tak mencap satu organisasi terlibat korup hanya karena ada oknum yang terindikasi korupsi. "Masak satu oknum berbuat cela lantas semuanya jelek," katanya. Selama ini, katanya, BP Migas juga bersikap tegas terhadap oknum internal yang korup. "Ada yang sampai dia turun jabatan dan itu bukan di level staf," ucap Hadi.

Saat hendak diminta tanggapan mengenai masalah ini, Wakil Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Sammy Hamzah tak bisa dihubungi. Sedangkan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Sekuriti Formalitas Ex- BP Migas, Hadi Prasetyo mengatakan tengah melakukan evaluasi atas temuan BPK. Menurut dia, ada perbedaan persepsi antara lembaganya dengan BPK. "Mungkin angka itu betul, tapi bukan manipulasi," kata dia.

Hadi juga mengatakan saat masih bertugas, BP Migas mengawasi dengan ketat proses lifting maupun cost recovery. Audit dilakukan mulai dari tahap perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan serta pada penghitungan hasil operasi yang terkait dengan penerimaan negara. “Temuan-temuan itu akan kami tindak-lanjuti,” ujarnya.

ANGGA SUKMA WIJAYA | MARTHA THERTINA | FERY FIRMANSYAH | TRI SUHARMAN | BOBBY CHANDRA | CORNILA DESYANA

Berita terkait:
Dahlan Iskan Kaget BP Migas Dibubarkan
BP Migas Dinilai Rugikan Negara

BP Migas Bubar, Pertamina Diarahkan Seperti Petronas

Komentar


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
koruptor musuh kita!
0
0
kpk ompong
0
0
ga usah diselidiki dulu selesaikan satu2,jgn menyelediki endingnya ga ada,hoaxxxxxx
0
0
ga usah diselidiki dulu selesaikan satu2,jgn menyelediki endingnya ga ada,hoaxxxxxx
0
1
ga usah diselidiki dulu selesaikan satu2,jgn menyelediki endingnya ga ada,hoaxxxxxx