Tunjangan Hari Raya Bukan Disesuaikan dengan Masa Kerja


TEMPO Interaktif, Jakarta:Tunjangan Hari Raya (THR) bukan disesuaikan dengan masa kerja. Sesuai ketetapan, tunjangan tersebut diberikan kepada karyawan yang sudah bekerja lebih dari satu tahun, dan diberikan lebih dari satu bulan gaji. Demikian diungkap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jacob Nuwa Wea, di kantor Menko Kesra, Senin (25/11). Penegasan itu disampaikan menanggapi adanya aksi-aksi demo akibat tidak proporsionalnya pembagian THR di berbagai daerah.

Menurut menteri, semua perusahaan harus membayar THR kepada karyawannya. Tapi, karena kondisi sedang sulit, maka besarnya tunjangan tersebut perlu dimusyawarahkan antara pihak manajemen dan karyawan. “Jadi, serikat pekerja jangan mendorong untuk mogok,” kata dia.

Mengenai pegawai atau karyawan yang bekerja kurang dari satu tahun, sesuai ketetapan, mereka bisa diberikan tunjangan secara proporsional. Misalnya, seorang karyawan baru bekerja enam bulan, maka besarnya THR yang diterima adalah 6 dibagi 12 bulan, dikalikan upah dalam satu bulan. “Kalau lebih, itu berdasarkan keuntungan perusahaan yang diterima,” kata Nuwa Wea. (D.A. Chandraningrum-Tempo News Room)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X