Bataliyon Linud 100 Binjai Diaktifkan Kembali


TEMPO Interaktif, Langkat:Batalyon Linud 100/Prajurit Setia yang bermarkas di namu Sira-sira, Kabupaten Langkat Sumatra Utara, diaktifkan kembali dalam upacara khusus yang dipimpin KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryucudu, Sabtu (8/3) pukul 14.00 WIB. Acara didahului dengan prosesi penyerahan tunggul Batalyon dari KSAD kepada Pangdam I/Bukit Barisan yang diteruskan ke Komandan Batalyon Infanteri 100, Letkol Inf. Irwansyah di lapangan Markas Yon Infanteri 100.
Seperti diketahui sejak kasus penyerangan dan perusakan Mapolres Langkat dan Markas Brimob Kompi A Binjai, 30 September 2002, KSAD membekukan aktivitas dan keberadaan Batalyon Linud 100/Prajurit Setia. Selain itu, sebanyak 14 orang prajurit yang terlibat penyerangan langsung yang mengaklibatkan kematian personil Brimob dan Polres Langkat diadili di Mahkamah Militer Sumatera Utara. Semua prajurit yang diajukan ke pengadilan rata-rata terkena hukuman 1-4 tahun penjara dan masih dalam tingkat banding.

Nama Batalyon Linud 100/Prajurit Setia dalam upacara pengaktiannya kembali diubah menjadi Batalyon Infanteri 100 dan masih menjadi bagian batalyon pemukul Kodam I/Bukit Barisan. Selain itu, baret hijau terang mereka berubah menjadi baret hijau gelap, dengan emblem berbentuk pisau komando dan halilintar dengan latar belakang merah putih.

Dalam amanatnya, Ryamizard mengatakan kalau selama ini komando Linud 100 sejak kasus itu diambil alih langsung KSAD. Namun, karena kebanggaan korps prajurit, tak ada alasan untuk membekukan satuan ini selamanya. Malah, "Bataliyon infanteri 100 ini akan ditingkatkan kualifikasinya setingkat Raiders," katanya.

Pergantian Linud 100/PS menjadi Brigif 100 ini dilakukan dengan mengganti sebagian besar personilnya dan hanya sepertiga yang "orang lama". Selebihnya merupakan rekrutan dari seleksi dari berbagai wilayah Kodam lainnya. Seperti prajurit yang diambil dari Kodam II/Sriwijaya, Kodam Jaya, Kodam III/Siliwangi,Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya. Kekuatan inti batalyon baru ini sebanyak 747 prajurit. (Bambang Soed TNR)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X