Pelaksanaan Visa on Arrival Dinilai Cukup Berhasil


TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemberlakuan visa pada saat kunjungan (visa on arrival), tidak mengakibatkan kunjungan wisatawan manca negara menurun. Hal ini dikatakan oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, M. Iman Santosa usai Rapat Koordinasi Bidang Poltik dan Keamanan di Kantor Menkopolkam, Jakarta, Selasa (3/2).

Kebijakan ini diberlakukan sejak 1 Februari, bagi wisatawan asing negara tertentu yang berkunjung ke Indonesia. Adapun negara yang bebas visa kunjungan singkat sesuai Keputusan Presiden No. 103/2003 adalah Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Hong Kong, Makao, Cili, Peru dan Vietnam. Sedangkan 21 negara yang mendapat kemudahan fasilitas visa on arrival sesuai Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM adalah Afrika Selatan, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brasil, Denmark, Emirat Arab, Hongaria, Finlandia, Inggris, Italia, Kanada, Norwegia, Jepang, Jerman, Polandia, Korea Selatan, Perancis, Swiss, Selandia Baru dan Taiwan.

Iman menjelaskan, di Indonesia, terdapat enam bandar udara yang dapat memberikan visa on arrival, yakni Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Bandara Polonia Medan (Medan), Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Sam Ratulangi (Manado), Bandara Tabing (Padang) dan Bandara Juanda (Surabaya). Pelabuhan laut yang dapat memberikan visa on arrival adalah Pelabuhan Batam, Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Benoa, Sibolga dan Jayapura.

Selama dua hari pelaksaan ketentuan baru ini, menurut Iman, permintaan visa terbanyak di Bandara Ngurah Rai sebanyak 4.351 orang. Lainnya di Bandara Soekarno Hatta 920 orang, pelabuhan Batam, 591 orang dan Lagoy, Bintan 717 orang. "Total keseluruhannya 6.690 orang yang sudah dilayani. Ada 3 tempat yang besar, Soekrano Hatta, Ngurah Rai dan Batam," katanya.

Menurut Iman, di tiga tempat besar ini tidak ada kendala penyelesaian visa. Menurutnya setiap pemohon bisa dilayani dengan waktu dua menit dari mulai pembayaran ke bank sampai dengan mendapatkan visa. Biaya yang dipungut untuk fasilitas visa on arrival, untuk kunjungan singkat selama 3 hari dikenakan US$ 10 dan untuk 30 hari US$ 25. Sedangkan bank yang ditunjuk untuk menerima pembayaran adalah Bank Nasional Indonesia. "Dari dua hari ini sudah terkumpul US$ 143.270," kata Iman.

Iman mengklaim, setiap wisatawan asing yang datang mengaku tidak keberatan atas pemberlakuan aturan baru ini. Mereka, kata Iman, mengaku tidak begitu perduli dengan masalah penyelesaian pembuatan visa yang mencapai waktu lima belas menit. "Karena kalau minta di perwakilan Indonesia di negara mereka, waktu yang dibutuhkan sama saja," katanya.

Kendala yang ada, menurut Iman, adalah ruangan kedatangan yang berbeda di setiap bandara. Di Bandara Ngurah Rai, misalnya, ruangan kedatangan tidak besar, sehingga kerumunan orang yang ada mengakibatkan kesan pelayanannya lambat. "Solusinya kami menambah konter pembuatan visa, tadinya delapan jadi 12 konter," kata Iman.

Di kesempatan itu Iman juga menjelaskan ada 51 orang asing yang ditolak izin masuknya. Mereka adalah orang-orang asing yang negaranya bukan subyek aturan itu. Mereka diwajibkan meminta visa kunjungan di kantor-kantor perwakilan Indonesia di negara mereka sebelum datang ke Indonesia. Negara-negara yang ditolak antara lain Belanda, Belgia, Austria, Saudi Arabia, Mesir, Islandia, Hongkong, Irlandia, Spanyol, Kuwait, Rusia, Yunani, Brasil dan Turki.

Menurut Iman, negara-negara ini tidak menjadi subyek dalam aturan baru keimigrasian ini karena mereka juga memberlakukan hal yang sama terhadap warga Indonesia yang datang ke negaranya. "Asas resiprokal, salah satu dasar kebijakan pemberian visa, kalau mereka memberlakukan hal itu pada kita, begitu juga dengan kita," katanya.

Dewi Retno - Tempo News Room

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Bagus sekali karena dengan adanya aturan yang dibuat dapat mempermudah orang asing yang bepergian ke Indonesia. Ada yang saya ingin tanyakan \" bagaimana cara memperpanjang Visa on Arrival. Mohon penjelasan ya ?
Wajib Baca!
X