Pemerintah Manfaatkan Imbal Dagang Untuk Genjot Ekspor


TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Rini MS Soewandi, menyatakan akan memanfaatkan berbagai model pembiayaan dan sistem perdagangan yang berlaku secara internasioanl termasuk imbal dagang (counter trade) untuk memacu pertumbuhan ekspor nasional.

Ia optimis tahun 2004 ini Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekspor nonmigas yang lebih tinggi dari tahun lalu sekitar 7 persen. Hal ini disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Deperindag, Andreas Anugrah, pada seminar "Counter Trade untuk Meningkatkan Ekspor" yang diadakan oleh Pusat Solusi Bisnis, di Hotel Dwikarsa Bidakara, Jakarta, Senin (9/2).

Sebelumnya, seperti yang diungkapkan Rini, meskipun tahun 2003 ekonomi dunia belum membaik dan nilai dolar terus menurun, Indonesia berhasil mencapai target pertumbuhan ekspor nonmigas sedikit di atas target lima persen atau tepatnya 5,18 persen.

Untuk mempertahankan sekaligus memacu pertumbuhan ekspor yang lebih cepat, pemerintah telah membentuk Kelompok Kerja Nasional Peningkatan Ekspor (KNPE) yang bertugas merumuskan kebijakan jangka pendek untuk menciptakan iklim kondusif yang dapat memperluas dan mengembangkan pasar ekspor.

Rini menyadari masih banyak pihak yang beranggapan imbal dagang merupakan paket perdagangan yang kuno, ketinggalan jaman dan tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini. "Seminar ini merupakan salah satu cara untuk merespon berbagai anggapan negatif atas kebijakan Deperindag yang berkaitan dengan pelaksanaan counter trade," kata dia.

Ia menjelaskan barter hanya merupakan salah satu dari metode imbal dagang. "Masih ada bentuk-bentuk lain yang sifatnya saling berbalas seperti counter purchase, tolling, switch trading, offset dan buy back," kata dia.

Saat ini tidak kurang dari 130 negara melaksanakan perdagangan internasional dengan sistem imbal dagang dengan nilai sekitar US$ 500 miliar atau kurang lebih 30 persen dari nilai perdagangan dunia. Umumnya negara-negara tersebut mensyaratkan sistem imbal dagang atas berbagai pembelian untuk proyek pemerintah.

Bagaimana pun, menurut Rini, sistem ini dapat memacu pertumbuhan industri di dalam negeri, membuka kesempatan kerja yang lebih luas, selain penghematan devisa. Setidaknya, kata Rini, berbagai proyek peremajaan peralatan angkatan bersenjata, kepolisian, dan bea cukai bila dilaksanakan dengan sistem imbal dagang dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Anastasya Andriarti - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X