Pemerintah: Industri Olahan Kayu Boros Bahan Baku
Grafis Terkait
TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk merestrukturisasi industri olahan kayu, pemerintah mengimbau pengusaha agar melakukan efisiensi produksi. Menurut Direktur Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kus Suparjadi, di Jakarta, Senin (1/3), saat ini industri olahan kayu lokal masih boros dalam menggunakan bahan baku.
Kus menjelaskan, dibandingkan industri olahan kayu di negara lain, industri olahan lokal terlalu banyak menggunakan bahan baku. Sebagai contoh di negara lain untuk menghasilkan 1 meter kubik plywood (kayu lapis) hanya memerlukan 1,7 meter kubik kayu log. Sementara industri olahan lokal memerlukan 2,2 meter kubik kayu log.
Dengan efisiensi tersebut, kata Kus, dapat menghemat bahan baku dan menjaga kelestarian alam. Ia menambahkan, restrukturisasi industri olahan kayu merupakan bagian penting dalam program yang dibentuk Departemen Kehutanan untuk mereformasi sektor ini.
Di samping itu, kendala yang dihadapi dalam restrukturisasi adalah besarnya kapasitas terpasang industri olahan kayu, yaitu 74 juta meter kubik. Kapasitas terpasang ini menimbulkan permintaan bahan baku hingga mendorong terjadinya penebangan liar. Padahal penetapan jatah tebangan untuk tahun 2004 hanya 7 juta meter kubik.
Mawar Kusuma - Tempo News Room



