2005, Pemerintah Targetkan Produksi Padi 53 Juta Ton

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertanian Bungaran Saragih menargetkan 2005 mendatang produksi padi menjadi 53 juta ton gabah kering giling (GKG). Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja dengan Komisi Pertanian DPR-RI, di Jakarta, Senin (10/5).

Menurut Bungaran, target ditetapkan karena
permintaan bahan pangan pokok terus bertambah sejalan
dengan pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi
masyarakat yang masih tergantung pada beras. "Oleh
sebab itu, lanjutnya, program ketahanan pangan dan
peningkatan ketersediaan pangan menjadi menjadi
prioritas utama departemen pertanian" katanya.

Untuk mencapai target tersebut, dia menjelaskan,
pihaknya akan mengupayakan peningkatan produktifitas
dan perluasan areal pertanian. Khusus perluasan areal
diprioritaskan di luar Jawa. Di samping itu, perbaikan
dan pemeliharaan infrastruktur, khususnya jaringan
irigasi juga dilakukan.

Ia menambahkan departemennya juga akan
mencegah terjadinya konversi lahan pertanian menjadi
lahan industri atau pemukiman melalui undang-undang
agraria.

Bungaran memaparkan, beberapa kendala yang dihadapi
dalam upaya peningkatan ketahanan pangan anatara lain
berkurangnya sumber daya air akibat kerusakan alam dan
lemahnya modal petani.

Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir produktivitas padi tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini disebabkan rendahnya teknologi, menurunnya penerapan
intensifikasi oleh petani akibat penurunan daya beli
dan usaha tani yang semakin sensitif terhadap iklim
dan serangan hama.

Selain target produksi padi, katanya, pemerintah juga
menargetkan produksi bahan pokok lain seperti jagung
kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar dan ubi
kayu.

Sementara produksi buah-buahan
diharapkan mencapai 13,99 juta ton, sayuran 9,22 juta ton,tanaman obat 0,25 juta ton dan tanaman hias 154,4 juta tangkai.

Untuk hasil peternakan, Bungaran menyebutkan, target
populasi sapi potong ditargetkan mencapai 12,6 juta
ekor. Sedangkan hasil perkebunan mencapai hamper 16 juta ton terdiri dari produk kelapa sawit (CPO), kopi, kakao,
karet, tebu, tembakau, lada, jambu mete dan tanaman serat.

Pada bagian lain Bungaran menyampaikan, anggaran
sektor pertanian 2005 berdasarkan pembahasan dengan
Bappenas yang dituangkan dalam RAPBN sebesar Rp 4,579
triliun.

Rincian dana adalah untuk Program
Pengembangan Agribisnis Rp 1,7 triliun, Program
Peningkatan Ketahanan Pangan Rp.2,1 triliun, Program
Pemberdayaan Masyarakat Pertanian Rp.0,5 triliun, dan sisanya untuk kegiatan lain. Deptan juga merencanakan
pinjaman/hibah luar negeri sebesar Rp 760 miliar yang
akan digunakan untuk pengembangan agribisnis dan
ketahanan pangan.

Mawar Kusuma – Tempo News Room