Dokter Akan Adukan Kasus Malpraktek


TEMPO Interaktif, Jakarta: Kasus malpraktek terus bermunculan. Kali ini, korbannya adalah isteri Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia, Marius Widjajarta. "Isteri saya jadi korban," kata Marius yang mengaku akan menempuh upaya hukum terkait kasus dugaan malpraktek itu, kepada TNR di Jakarta, Jumat (16/7).

Dugaan malpraktek itu dilakukan tim kesehatan dari Departemen Kesehatan yang membawa isteri Marius ke ahli patah tulang di Ciloto, Jawa Barat untuk diurut selama dua hari karena diduga menderita patah tulang dan mengikuti kegiatan alam bebas (outbound) yang diselenggarakan Badan Pelatihan Kesehatan. "Orang patah tulang, kok dibawa ke tukang urut tulang Cimande," kata Marius.

Menurut Marius, jika ada dugaan patah tulang, seharusnya mengikuti prosedur tetap kesehatan, yaitu diperiksa lewat sinar rontgen. Tapi yang terjadi adalah bukan tindakan medik. "Anehnya, ini dilakukan petugas kesehatan dari Departemen Kesehatan," kata Marius. Setelah mengikuti kegiatan urut itu, tulang isteri Marius yang patah, bahkan menjadi berserakan di dalam kulit. "Ini diketahui dari rontgen," kata Marius lagi.

Yophiandi - Tempo News Room

Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
wah tulang berserakan.komentar yg sip.jd pgn tau foto rontgen-nya
0
0
Berita yg aneh. kalo memang marius itu dokter, kenapa pula dia tak larang istrinya ke tukang urut?
0
2
Ya dokter yangmana dulu dong, kalau dokter Marius seharusnya tahu dan kritis, kenapa dirujuk ke dukun (maaf, DUduk teKUN) patah tulang kok mau?, kasihan dan ini bukan kesalahan teknis salah satu pegawai Depkes RI, dia hanya menjalankan fungsi sosial saja tidak lebih,gitu lo
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X