indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

GAM Pase Serang Brimob, 1 Terluka


TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Pos Brimob gabungan Desa Blang Gunci, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, diserang Gerilyawan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Pase, Kamis (2/9). Dalam insiden itu, satu anggota Brimob bernama Bharada Sarjono kritis, kini dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe.

Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 23.00 WIB tadi malam. Menurut Ipda Abdul Kadir, insiden penyerangan itu sudah diketahui sejak sorenya menyusul adanya informasi masyarakat bahwa ada sekitar 20 anggota gerilyawan GAM yang turun dari pengunungan hendak menyerang pos mereka.

Ternyata informasi dari masyarakat itu benar. "Sebelum diserang, ada sejumlah tanda di sekitar pos, berupa bunyi suara binatang yang di duga sandi mereka, kata nya.

Penyerangan yang diperkirakan dilakukan 20 anggota GAM tidak ditanggapi pasukan Brimob. Mereka hanya mengambil posisi bertahan. Namun sekitar 20 detik kemudian anjing yang ada di pos terkena, menyusul satu peluru mengenai lutut kiri seorang anggota piket hingga pecah. Setengah jam kemudian dengan menggunakan truk Pos Pusat Kecamatan setempat mengevakuasi korban ke RS Cut Meutia untuk mendapat pertolongan medis.

Lokasi Pos di Desa Blang Gunci Kecamatan Paya Bakong yang hanya berkisar beberapa kilometer dari ladang gas Exxon Mobil dan sekitar 700 meter dari pusat Kecamatan Paya Bakong merupakan jalur lintasan kelompok gerilyawan GAM.

Lokasi itu baru tiga hari ditempati anggota Brimob dari Tim Pusdik Jawa Timur dan Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta, setelah pasukan TNI dari Yonif 501 meninggalkan Pos tersebut.

Pengejaran terhadap kelompok pelaku penyerangan terpaksa dilakukan pada paginya karena medan yang dipenuhi hutan dan kebun pinang sangat menguntungkan pihak penyerang.

Kapolres Aceh Utara Ajun Komisaris Besar Pol. Drs Agus Salim Pukul 8.00 WIB pagi langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Kepada wartawan ia mengatakan akan mengawasi ketat kawasan itu.


Imran MA - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X