Menteri Lingkungan Minta Semua Pihak Bersabar
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim minta waktu untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan dalam kasus PT Newmont. "Cobalah beri saya ruang. Saya engga mau main-main. Saya engga takut dengan Newmont atau siapapun. Tapi beri saya ruang," ujar Makarim menjawab desakan DPR tentang posisi Kementerian Lingkungan Hidup atas dugaan pencemaran Teluk Buyat, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Senin (6/9).
Nabiel mengatakan, posisi Kementerian Lingkungan Hidup sampai hari ini tetap pada hasil studi yang dilakukan akhir tahun. "Kecuali apabila ada pihak yang mengatakan dan bisa diterima, bahwa studi itu salah," kata Nabiel. Ia juga mengatakan, saat ini timnya sedang berada di lapangan untuk melakukan studi yang lebih komprehensif.
"Jangan sampai orang yang engga salah, kena," kata Nabiel menanggapi permintaan anggota dewan untuk melakukan pembuktian terbalik terhadap PT Newmont. Ia mengatakan, kerugian dalam menghukum orang yang tidak bersalah adalah adanya ketidakadilan dan tidak selesainya masalah yang sebenarnya.
Dalam kesempatan ini Nabiel juga mengatakan, jika Newmont memang terbukti bersalah, yang dihukum tidak hanya manajer limbah, tapi juga pimpinannya. Karena, menurut Nabiel, hal ini sudah menyangkut corporate crime. "Pada dasarnya kami ingin cepat, tapi kebenaran lebih penting," tegas Makarim.
R.R. Ariyani - Tempo News Room
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Mobil-mobil Keren di Film `Fast & Furious`
- Pengacara PKS Bungkam Soal Pelat Nomor Palsu
- Dahlan Iskan Semangati 10 Ribu Guru di Bogor
- Karena Cantik, Wanita ini Tidak Bisa Bekerja
- Wapres Barcelona: Mourinho Itu Momok bagi Spanyol
- Jokowi: Siapa Saya, Kok Dibikinin Film?
- Dugaan Korupsi Rp 700 Miliar, Menteri Nuh: Saya Pelajari
Berita Utama Nasional
- Atase AS: Tak Tahu Pesawatnya Mendarat di Aceh
- Calon KSAD Moeldoko Diingatkan 'Operasi Sajadah'
- Kurikulum 2013, Guru Diminta Aktif Kaji dan Kritik
- Soal Labora Sitorus, Ini Janji Timur Pradopo
- Pesawat Militer AS Mendarat Tanpa Izin di Aceh
- KPK Masih Tunggu Hasil Audit Kerugian Hambalang
- Presiden Tunjuk Letjen Moeldoko sebagai KSAD













