3.000 Guru Relawan Buat Aceh
TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk menggantikan tenaga guru di Aceh yang hilang, pemerintah akan mengirimkan 3000 relawan guru. Relawan yang diutamakan adalah guru sekolah dasar dan SMP. Pemerintah juga akan mengirimkan 2000 tenda untuk sekolah darurat dan dua ribu paket buku.
Diharapkan seluruh paket bantuan ini sudah tiba di Aceh sebelum akhir Januari. "Proses belajar Februari nanti sudah harus berjalan normal. Dananya semua sudah kami sediakan," kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo kepada wartawan usai rapat terbatas soal penanganan anak-anak korban bencana Aceh di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.
Selama Januari ini, menurut Bambang, sekolah-sekolah terpaksa diliburkan karena gedungnya rusak. "Jadi kami cuma waktu satu bulan untuk mempersiapkan sekolah darurat)," katanya. Saat ini, Departemen Pendidikan Nasional masih mengumpulkan data berapa sekolah yang
rusak.
Untuk membantu mahasiswa asal Aceh, beberapa perguruan tinggi juga telah memberikan beberapa keringanan. UGM misalnya membebaskan mahasiswa asal Aceh dari membayar biaya pendidikan. ITB, telah menyatakan kesediannya menampung mahasiwa Universitas Syiah Kuala, Banda
Aceh, yang berniat melanjutkan pendidikannya setelah kampusnya porak-poranda. "Tapi ijasahnya tetap dari Syiah Kuala,"kata Bambang
Sapto P
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan
- 150 Tahun Pastur Van Lith Dirayakan
- Australia Kembangkan Gas Dari Kotoran Babi
- WHO Antinegosiasi Dengan Industri Tembakau
- Luthfi Hasan Diduga Punya Tanah 2 Hektare di Bogor
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari














